Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Duta Bahasa DKI Hadirkan Program JALI untuk Tingkatkan Budaya Literasi 

📅 Selasa, 19 Agu 2025, 21:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Duta Bahasa DKI Hadirkan Program JALI untuk Tingkatkan Budaya Literasi  Doc: ANTARA
Ket. Para siswa mengikuti program Jelajah Literasi (JALI). 

JAKARTA – Duta Bahasa DKI Jakarta meluncurkan Program Jelajah Literasi (JALI) untuk memperkuat dan meningkatkan budaya literasi generasi muda melalui inovasi pembelajaran yang memadukan permainan papan konvensional dengan teknologi digital.

“Program Jelajah Literasi (JALI) menjadi langkah nyata dalam membangun minat baca dan menulis siswa SMP," ujar Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Devyanti Asmalasari dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Selasa (19/8).

Duta Bahasa DKI saat ini di bawah koordinasi Kantor Bahasa Provinsi Banten dan Kemendikdasmen RI sejak Jakarta sudah tidak memegang status sebagai ibu kota lagi.

Dia mengatakan pendekatan berbasis permainan menjadikan literasi bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi sebuah pengalaman yang menghibur sekaligus membentuk karakter generasi muda.

Sebagai bagian dari inovasi digital, "JALI" menghadirkan laman berbasis gamifikasi (penerapan elemen permainan) yang dapat diakses melalui tautan jelajahliterasi.com.

Melalui platform ini, siswa diberikan berbagai tantangan literasi yang bersumber dari Buku Digital (BUDI) milik Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa serta Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) milik Badan Standar, Kebijakan, dan Asesmen Pendidikan.

Format permainan interaktif dipilih agar siswa tidak hanya membaca materi secara pasif, tetapi juga aktif menyelesaikan misi, menjawab kuis, dan memperoleh pengalaman literasi yang lebih kontekstual.

Kehadiran gamifikasi ini, kata Devyanti, dapat memperkuat fungsi JALI sebagai sarana belajar yang adaptif dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital.

Dengan perpaduan metode konvensional dan digital, siswa diharapkan terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai konteks sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan era digital.

Adapun program JALI dilaksanakan pada 4–14 Agustus 2025 dan menjangkau 250 siswa SMP serta melibatkan 40 guru MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia dari lima wilayah DKI Jakarta.

Kehadiran guru sebagai pendamping tidak hanya memastikan kelancaran pelaksanaan program, tetapi juga menjadi faktor penting dalam pengintegrasian metode JALI dengan kurikulum yang berlaku di sekolah.

“Melalui JALI, kami berharap siswa tidak hanya meningkat kemampuan literasinya, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang literat, percaya diri, dan berdaya saing global,” kata Devyanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Daerah
Kejati Sumbar Bantah Telah ...
Nasional
Polda Metro Jaya Minta Imig...

Andoni Iraola Bertekad Bangun Liverpool

40 menit yang lalu | Sriyono

Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Megapolitan
Hari Pertama Sekolah Tergan...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.