- Home
-
- Megapolitan
-
- Pesta Rakyat, Pesta Sampah...
Pesta Rakyat, Pesta Sampah 80 Ton, Bukti Warga Penyampah. Mental Penyampah Bagaiman mau Menuju Kota Global, Mimpi!
Senin, 18 Agu 2025, 20:06 WIBJAKARTA â Pesta rakyat memperingati Hari Kemerdekaan yang dihadiri ribuan warga Jakarta telah menyisakan 80 ton sampah. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta mengerahkan ribuan petugas untuk mengangkut 80 ton sampah sisa kegiatan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI yang berlangsung Minggu (17/8) di berbagai lokasi di Jakarta.Â
âJumlah personel yang dikerahkan sebanyak 1.800 orang,â jelas Humas DLH Jakarta, Yogi Ikhwan, saat dikonfirmasi, Senin. Rinciannya, 400 ditempatkan di Jakarta Pusat, 200 Jakarta Utara, 200 Jakarta Timur, 200 orang Jakarta Selatan dan 200 orang Jakarta Barat.
Selain itu, diterjunkan pula 100 orang di Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) dan 500 orang di Unit Pengolahan Sampah (UPS) Badan Air. Sementara itu, sarana dan prasarana yang dikerahkan untuk menangani sampah sisa perayaan HUT RI, antara lain 12 truk anorganik, 10 mini dump truk, 12 truk compactor, 14 unit mobil penyapu jalan dan 40 unit dust bin.
Sebelumnya, Kepala DLH Jakarta Asep Kuswanto mengatakan 1.800 petugas tersebut bekerja dalam dua sesi di sejumlah titik keramaian. Ada di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kawasan Monas, Balai Kota, hingga rute karnaval di kawasan Sudirman-Thamrin.
Tak hanya sarana dan prasarana kebersihan, fasilitas sanitasi berupa mobil toilet turut disebar di berbagai titik. Di antaranya 10 di kawasan Monas, tiga depan Hotel Kempinski, tiga depan Hotel Pullman, dua di Taman Sumenep. Lalu kawasan Dukuh Atas (1) dan Sampoerna Strategic (1).
DLHÂ juga menerjunkan tim kebersihan di area tenda UMKM di area Monas (Silang Selatan, Silang Timur, dan Silang Barat). Juga di luar area Monas. Ada di Jalan Sunda, Jalan Pamekasan, Jalan Tanjung Karang, Jalan Galunggung, Jalan Karet Pasar Baru Timur III, dan Wisma Danantara. Sedangkan kendaraan penyapu jalan difokuskan di area dalam Monas dan sepanjang rute karnaval.
Dari puluhan ton sampah ini memperlihatkan bahwa warga benar-benar tidak peduli kebersihan. Mereka masih antikebersihan, warga penyampah. Mental seperti ini bagaimana mau menuju kota global. Kota lokal saja juga tidak pantas. Pemprov Jakarta perlu lebih dulu mendidik mental warganya agar cinta lingkungan, cinta kebersihan, dan cinta damai kalau mau menuju kota global.
Tak bakal mampu menjadi kota global andai warganya masih mental penyampah seperti ini. Mimpi saja menjadi kota global.
Ant/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Melonjak Lebih dari 3,5 Persen Karena Konflik AS-Iran Kembali Memanas
-
Mentan Sebut Ekspor Satu Pintu Perkuat Posisi Tawar Komoditas Indonesia di Pasar Global
-
Jangan Coba-Coba Melindungi! Imigrasi Malaysia Buru Habis-habisan Pendatang Ilegal dan Bosnya
-
Libur Sekolah Dongkrak Wisata Bantul
-
Opsi untuk Kelompokkan Kembali Sekolah yang Sepi Peminat
-
Pesta Rakyat HUT ke-81 RI Digelar di Jakarta Malam Ini
-
Viral Minta Tolong, TKW Cianjur Akhirnya Dipulangkan dari Libya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.