IHSG di Persimpangan, Selasa (19/8): Pasar Tunggu Kejutan dari RDG BI
Senin, 18 Agu 2025, 23:59 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat meskipun bersifat terbatas, Selasa (19/8), usai libur peringatan HUT ke-80 RI. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan internal.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dalam sepekan ini, pasca-HUT Kemerdekaan RI. Dia memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Selasa (19/8), bergerak di rentang level support 7.670 dan resistance 8.225.
Menurutnya, beberapa faktor pendorong IHSG meliputi sikap investor wait and see atau menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) dan perkembangan hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok pasca gencatan tarif 90 hari ke depan.
Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (15/8) sore, ditutup melemah 32,87 poin atau 0,41 persen ke posisi 7.898,37, yang dipimpin oleh saham-saham sektor infrastruktur. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,85 poin atau 0,71 persen ke posisi 821,06.
"Investor akan menyambut rilis data Penjualan eceran di Amerika Serikat (AS) yang dapat memberikan petunjuk mengenai apakah kebijakan tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump mempengaruhi kebiasaan belanja konsumen," sebut Tim Riset Phillips Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Dari dalam negeri, parlemen menggelar Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta. Dalam rangkaian acara Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2025, Presiden Prabowo Subianto memaparkan pidato tentang laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Dari mancanegara, peluang pemotongan suku bunga acuan oleh bank sentral AS The Fed sangat terbuka lebar akan dilakukan pada pertemuan September 2025. Pada pekan depan, pelaku pasar akan mendengar pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell, yang mengisyaratkan pemangkasan suku bunga acuan di Simposium Ekonomi Jackson Hole.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 2,60 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing- masing sebesar 0,22 persen dan 0,21 persen.
Sedangkan, delapan sektor melemah yaitu sektor infrastruktur paling dalam minus 1,67 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang baku yang turun sebesar 0,73 persen dan 0,69 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.957.298 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 47,80 miliar lembar saham senilai 30,97 triliun rupiah. Sebanyak 229 saham naik 432 saham menurun, dan 139 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 737,74 poin atau 1,73 persen ke 43.387,00, indeks Shanghai menguat 30,33 poin atau 0,83 persen ke 3.696,71, indeks Hang Seng melemah 249,25 poin atau 0,98 persen ke posisi 25.270,45, dan indeks Straits Times melemah 25,99 poin atau 0,61 persen ke 4.230,20.Â
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Rockets Tahan Laju Lakers, Spurs di Ambang Lolos Berkat Aksi Impresif Wembanyama
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
Kemenkum: Penggunaan Lagu Tema Ajang Olahraga Wajib Patuhi Hak Cipta
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.