Pembangunan 1.100 Desa Nelayan Dinilai Berpeluang Dorong Kemandirian Pesisir

Sabtu, 16 Agu 2025, 00:40 WIB

YOGYAKARTA – Pembangunan 1.100 Desa Nelayan yang dicanangkan pemerintah pada tahun ini dinilai berpeluang besar mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Pandangan tersebut disampaikan Dosen Program Studi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Gatot Supangkat.

“Kalau kita kelola kekayaan di darat dan laut dengan benar dan bijak, saya yakin Indonesia bisa menjadi the world leader. Ini bukan hal yang mustahil, karena potensinya luar biasa,” ujar Gatot di Yogyakarta, Jumat (15/8).

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Antara

Menurutnya, keberhasilan Desa Nelayan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memacu pertumbuhan ekonomi berbasis sumber daya lokal. Program ini, kata dia, perlu dipandang sebagai ekosistem utuh yang meliputi sumber daya manusia (SDM) kompeten, pemanfaatan potensi lokal, serta pelestarian budaya dan kearifan lokal.

“SDM memegang peran vital, karena yang paling memahami kondisi daerah adalah masyarakat setempat. Mereka harus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk mengelola potensi wilayahnya,” ujarnya.

Gatot menambahkan, Indonesia memiliki modal alam yang besar untuk mendukung program tersebut. Sebagai negara megabiodiversity, Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam keanekaragaman hayati darat setelah Brasil, dan peringkat pertama jika potensi laut ikut dihitung.

Ia menekankan bahwa pengelolaan potensi Desa Nelayan membutuhkan teknologi tepat guna dan kebijakan yang tidak seragam secara nasional. Pendekatan ini, menurutnya, bukan memaksakan penggunaan teknologi berlebihan, tetapi memilih solusi sesuai kebutuhan riil masyarakat.

“Kebijakan harus bersifat induktif, dimulai dari realitas di lapangan, bukan deduksi dari kebijakan pusat yang sama untuk semua daerah,” kata Gatot.


Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.