• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Magelang Setories, Upaya T...

Magelang Setories, Upaya Tingkatkan Pendapatan Petani Melalui Pertanian Regeneratif

Rabu, 16 Apr 2025, 19:50 WIB

JAKARTA - Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, memiliki potensi pertanian yang besar dengan 57 persen penduduk menggantungkan hidup pada sektor ini, termasuk masyarakat Desa Mangunsari. Namun, potensi ini juga diiringi berbagai tantangan seperti ketergantungan pada pupuk kimia, metode pertanian konvensional, hingga terbatasnya akses informasi yang turut memperbesar risiko keberlanjutan pertanian dan tingkat kesejahteraan petani.

Permasalah tersebut tercermin dalam angka kemiskinan Kabupaten Magelang dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencapai 10,83 persen. Menyadari hal tersebut, GoTo Impact Foundation (GIF), organisasi nirlaba yang didirikan oleh Grup GoTo, siap luncurkan inovasi pertanian regeneratif bertajuk "Magelang Setories."

Ket. Foto: Acara peluncuran Magelang Setories, sebuah wadah untuk pengembangan inovasi pertanian regeneratif dalam rangka meningkatkan pendapat petani di wilayah ini. — Sumber: Istimewa

Magelang Setories merupakan hasil kreasi bersama dengan changemakers, para pemangku kepentingan, dan masyarakat Magelang melalui inisiatif Catalyst Changemakers Ecosystem (CCE) 3.0. Inovasi ini bertujuan untuk menjawab masalah kemiskinan akibat aktivitas pertanian yang belum optimal di Desa Mangunsari, Kabupaten Magelang.


“Setelah empat tahun berkreasi bersama masyarakat di enam titik dan mendukung 136 changemakers yang terdiri dari startup, organisasi nirlaba, hingga akademisi kami belajar bahwa perubahan nyata bisa terjadi ketika masyarakat memiliki keberanian dan kapasitas untuk menjadi agen perubahan di wilayah mereka sendiri," kata Ketua GoTo Impact Foundation Monica Oudang, melalui siaran pers pada hari Rabu (16/4).


Ia menuturkan, pembelajaran itu pula yang tercermin di CCE 3.0. dengan Magelang Setories sebagai wujud nyata pendekatan ini. Bukan sebagai bantuan sesaat, melainkan investasi jangka panjang yang dirancang untuk terus berjalan bahkan berkembang bersama masyarakat.

Magelang Setories merupakan gabungan dari berbagai organisasi. Beberapa diantaranya adalah Setara Indonesia, Bhumee Artani, dan Waste & Wishes Indonesia. selain itu juga hasil kolaborasi dengan Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappeda dan Litbangda) Kabupaten Magelang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang, Kabupaten Magelang, Kecamatan Sawangan, Desa Mangunsari, Balai Penyuluh Pertanian, Gabungan Kelompok Tani, Kelompok Wanita Tani, dan Koperasi Gatos Bumi Jawi.


Grengseng Pamuji, selaku Bupati Kabupaten Magelang, turut menyampaikan dukungannya lewat sambutan kunci yang diwakilkan oleh Arif Yulianto, S.T., selaku Kepala Bidang Perekonomian dan Pengembangan Wilayah pada Bappeda Litbangda Kabupaten Magelang.

“Magelang memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan Jawa Tengah. Potensi ini tidak hanya penting untuk pencapaian target pemerintah, tetapi juga agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Penting untuk masyarakat memiliki kemampuan mengelola dan memaksimalkan potensi tersebut. Oleh karena itu, kami tentu menyambut baik hadirnya Magelang Setories,” ucapnya.

Perwakilan Konsorsium Magelang Setories, Theodorus Dedy Tri Kuncoro, menjelaskan tiga solusi utama dalam membangun sistem yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian, meningkatkan pendapatan petani, dan memastikan ketahanan pangan lokal di Desa Mangunsari, Kabupaten Magelang.


Pertama Pembangunan Demonstration Plot (Demplot) Agro Learning Center

Pusat edukasi dan praktik percontohan komunitas yang berfokus pada pertanian regeneratif dan pengelolaan limbah, mencakupi teknik penanaman, panen, pemasaran, hingga pengelolaan limbah pasca panen.

Kedua Praktik dan Pendampingan Pertanian Regeneratif

Pendampingan intensif untuk memastikan petani menerapkan teknik pertanian regeneratif dengan tepat seperti rotasi tanaman, baik komoditas pangan pokok seperti padi ataupun hortikultura (cabe, timun, pepaya dan sayuran lainnya), agroforestri, dan penggunaan kompos organik.

Ketiga Pengelolaan dan Pendampingan Limbah Organik

Mengubah limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC) dan budidaya maggot sebagai alternatif pakan ternak dan pupuk untuk keperluan pertanian, budidaya ikan nila, atau budidaya ayam petelur.

Meskipun implementasi inovasi ini akan dijalankan oleh masyarakat. Puas Siswa Widada, selaku Kepala Desa Mangunsari, mengingatkan pentingnya sinergi lintas sektor. Hal ini agar inovasi ini berdampak nyata dan berkelanjutan, masyarakat tidak bisa berjalan sendiri.

“Untuk itu, saya mengundang seluruh pihak untuk bertukar ide, wawasan, serta keahlian sebagai bahan pengembangan inovasi. Saya juga berharap, program ini dapat menginspirasi desa-desa lain demi terwujudnya masyarakat Magelang yang lebih sejahtera secara merata,” paparnya.


Guna memastikan keberlanjutan, Magelang Setories akan berinovasi bersama masyarakat di setiap tahap implementasi solusi, terutama kelompok petani. Dari edukasi yang dilakukan di Demplot, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekitar 37 persen per hektar. Seiring meningkatnya produktivitas lahan, diharapkan dapat turut menurunkan biaya produksi sebesar 34,2 persen dan meningkatkan pendapatan petani rata-rata 30%, termasuk petani perempuan dan pemuda.

Dari sisi lingkungan, Magelang Setories berupaya mengelola 100 persen limbah organik yang masuk ke Demplot. Dalam jangka panjang, Magelang Setories berharap dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan jejak karbon dari sektor pertanian, meningkatkan ketahanan bencana longsor, dan mengurangi air bersih melalui remediasi daerah aliran sungai.

"Kami berharap Magelang Setories dapat mengoptimalkan pertanian, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kesejahteraan petani untuk masa sekarang dan generasi mendatang. Inisiatif ini bukan hanya milik GIF atau konsorsium, tapi milik kita bersama. Untuk itu, kami mengajak seluruh pihak untuk turut mengambil peran. Sudah saatnya kita Berani untuk Berdaya, terbebas dari cara penyelesaian lama sehingga mampu untuk berkreasi dan berinovasi bersama,” tutup Monica.

  • Magelang Setories
  • pertanian regeneratif
  • pendapatan petani

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.