Sektor Perfilman Nollywood di Nigeria Dinilai Wamenekraf bisa Jadi Pintu Masuk Ekraf RI ke Benua Afrika
Jumat, 24 Jul 2026, 13:33 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar menilai Nigeria bisa menjadi salah satu pintu masuk peluang perluasan pasar produk kreatif Indonesia menuju kawasan Afrika.
Irene mengatakan Nigeria memiliki potensi industri kreatif yang cukup besar salah satunya melalui sektor perfilman Nollywood, yang dapat membuka peluang kolaborasi bagi industri perfilman Indonesia untuk memperluas pasar internasional.
"Nigeria memiliki potensi menjadi 'entry point' bagi perfilman Indonesia di kawasan Afrika. Selain membangun kolaborasi industri, kita juga perlu memahami tren pasar, kebutuhan masyarakat, dan produk kreatif yang memiliki peluang besar di sana. Dengan begitu, pejuang ekraf Indonesia dapat lebih siap memasuki pasar Afrika secara berkelanjutan," kata Irene dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.
Nigeria memiliki jumlah produksi di sektor perfilman melalui Nollywood sekitar 2.500 judul film setiap tahun dengan nilai industri mencapai sekitar 6,4 miliar dolar AS.
Selain sektor film, peluang akses pasar ke wilayah Afrika juga diproyeksikan membuka keran ekspor bagi subsektor unggulan lainnya seperti kuliner, kriya dan fesyen berbasis kearifan lokal.
Dengan populasi Nigeria yang besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, penetrasi produk kreatif Indonesia dinilai memiliki prospek jangka panjang yang sangat signifikan.
Kolaborasi diplomasi ekonomi ini disambut baik Duta Besar Republik Indonesia untuk Nigeria, Bambang Suharto yang menyampaikan bahwa kesamaan karakteristik demografi, keberagaman budaya, serta besarnya jumlah penduduk antara kedua negara menjadi modal sosial yang kuat dalam mempererat kerja sama ekonomi dan kebudayaan.
"Nigeria saat ini mulai memberikan perhatian lebih kepada negara-negara seperti Indonesia. Hal ini menjadi peluang yang perlu kita manfaatkan, tidak hanya untuk membangun persepsi positif terhadap Indonesia, tetapi juga menghadirkan nilai ekonomi melalui berbagai bentuk kerja sama di sektor ekonomi kreatif," ujar Bambang Suharto.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama KBRI Abuja mendorong keikutsertaan aktif para pelaku ekraf nasional pada berbagai ajang promosi dan eksibisi internasional, salah satunya Lagos International Trade Fair, guna memacu nilai ekspor dan memperluas jejaring bisnis di pasar Afrika. Ant
- Industri Perfilman
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Banjir Rendam Dua Desa di Morowali Utara, BPBD Lakukan Pendataan Cepat
-
Langkah Berani Presiden Perempuan Pertama Meksiko Wujudkan Kesetaraan Gender
-
Media Prancis Sebut Indonesia Berminat Akuisisi Jet Tempur Masa Depan Rafale Varian F5
-
Harga produk berbahan plastik naik di Ternate
-
Pilihan Favorit Liburan Keluarga, 40 Ribu Orang Kunjungi Kebun Binatang Surabaya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.