Hujan Redam Ancaman Karhutla, BPBD Catat Nol Hotspot di Sumatera Selatan.
Jumat, 24 Jul 2026, 14:05 WIBBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat tidak ada titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah tersebut setelah hujan mengguyur sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan Sudirman di Palembang, Kamis, mengatakan berdasarkan pemantauan melalui aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan, hingga Kamis (23/7) pukul 05.00 WIB tidak ditemukan hotspot di seluruh wilayah Sumsel.
Ia menjelaskan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang telah meningkatkan kelembapan tanah dan membasahi lahan yang sebelumnya mulai mengering akibat musim kemarau.
Kondisi tersebut membuat potensi munculnya titik panas maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurun. Bahan bakaran alami seperti semak, ilalang, dedaunan kering, dan ranting menjadi lebih sulit terbakar karena kondisi lahan yang basah.
Selain itu, hujan juga membantu mengisi kembali cadangan air pada kanal, embung, dan lahan gambut sehingga dapat memperlambat proses pengeringan lahan apabila dalam beberapa hari ke depan tidak terjadi hujan.
Meski demikian, BPBD Sumsel mengingatkan masyarakat agar tidak lengah karena musim kemarau masih berlangsung dan potensi karhutla dapat kembali meningkat apabila cuaca kembali panas.
"Kami tetap mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Potensi karhutla masih dapat muncul apabila cuaca kembali panas dan lahan mulai mengering," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Siswanto mengatakan kondisi atmosfer saat ini masih mendukung terbentuknya hujan di wilayah Sumsel.
Kemudian, suhu muka laut di perairan sekitar Sumsel yang relatif hangat, kelembapan udara yang tinggi pada lapisan bawah hingga menengah, serta kondisi atmosfer yang labil turut memperbesar peluang terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Namun, kondisi tersebut juga didukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang bertujuan mengoptimalkan awan potensial hujan melalui penyemaian pada awan yang memenuhi kriteria operasional.
"Massa udara dan awan dari wilayah sasaran terpantau bergerak secara umum ke arah barat laut. Dengan pola pergerakan tersebut, sebagian awan yang berkembang di wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir berpotensi bergerak menuju Kota Palembang dan wilayah sekitarnya," katanya.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Selasa, Samsat Keliling Layani Warga Jadetabek di 14 Titik, Berikut Daftar Lokasinya!
-
Kebakaran 7,5 Hektare Hutan dan Lahan di Rokan Hilir Riau Berhasil Dipadamkan
-
Langkah Raymond/Joaquin di Final BWF Super 1000 Perkuat Optimisme Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia
-
Panik, BI Menaikkan Lagi Suku Bunga BI Rate 0,25% menjadi 5,50%
-
Mentan Andi Amran Berkoordinasi dengan Mendag soal Kenaikan HET Minyakita
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.