Tim U-17 Wajib Menang Atasi Uzbekistan agar Melaju

Jumat, 15 Agu 2025, 00:12 WIB

JAKARTA – Laga kedua Piala Kemerdekaan U-17 2025 menjadi titik krusial bagi Indonesia dan Uzbekistan. Kedua tim  bentrok di Stadion Utama Sumatera Utara, Jumat (15/8) pukul 19.30 WIB, dengan nasib mereka di turnamen berada di ujung tanduk.

Bagi Uzbekistan, kekalahan telak 1-5 dari Mali di laga perdana membuat mereka terpuruk di dasar klasemen tanpa poin dan defisit gol besar (-4). Skenario kekalahan kedua akan memupus harapan untuk melanjutkan langkah. “Kami tahu pertandingan ini ibarat final bagi kami. Kekalahan dari Mali adalah pelajaran. Pemain kami masih muda, tapi saya percaya mereka akan menunjukkan karakter,” ujar pelatih Uzbekistan, Sergey Chigodaev.

Ket. Foto: tim sepak bola — Sumber: ist

Di kubu Indonesia, hasil imbang 2-2 melawan Tajikistan membuat tuan rumah tertinggal dua poin dari Mali yang kini memimpin klasemen. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin menjaga peluang juara di kandang sendiri, apalagi laga terakhir mereka adalah kontra Mali yang tampil perkasa. “Kami harus memanfaatkan momentum ini. Semua pemain fit, semangat mereka bagus. Target kami jelas: tiga poin,” tegas pelatih Indonesia, Nova Arianto.

Kabar baik menghampiri kedua tim jelang laga. Uzbekistan tidak memiliki pemain cedera atau terkena sanksi, memberi keleluasaan Chigodaev untuk merotasi atau menurunkan skuad terbaik. Indonesia pun demikian, dengan Nova memastikan bomber Mochammad Mierza, pencetak gol pembuka di laga perdana, siap tampil setelah sempat mengalami kram. Disiplin juga menjadi nilai plus Garuda Muda, yang tak mendapat satu pun kartu dalam laga pertama.

Format single round-robin membuat setiap poin begitu berharga. Indonesia kini berada di posisi kedua dengan satu poin, sama dengan Tajikistan. Uzbekistan di posisi terbawah, sementara Mali kokoh di puncak.

Pertandingan perdana Indonesia berakhir dramatis. Gol Mierza (34’) dan sundulan Fadly Alberto (50’) sempat membawa Garuda Muda unggul dua kali, namun kelengahan di injury time membuat Nazrullo menyamakan skor 2-2. Uzbekistan lebih tragis, tertinggal 0-5 dari Mali lewat brace Bomba dan gol Traore serta Diakite, sebelum Khabibulloh memperkecil skor pada menit ke-83.

Pengamat sepak bola Tio Gustaf  menilai  laga ini akan berjalan ketat. “Indonesia punya motivasi lebih karena bermain di kandang, tapi Uzbekistan pasti ingin membuktikan status mereka sebagai juara Asia. Kuncinya ada di lini tengah, siapa yang bisa menguasai tempo akan menang,” ujarnya.

Kedua tim belum pernah bertemu di laga resmi internasional, membuat pertemuan perdana ini penuh tanda tanya. Uzbekistan punya tradisi kuat di level junior Asia, sementara Indonesia sedang membangun reputasi.

Jika Nova mempertahankan skema 4-3-3 seperti saat melawan Tajikistan, Indonesia akan kembali mengandalkan Mierza, Fadly, dan Zahaby di lini depan. Uzbekistan, yang kemungkinan juga bermain 4-3-3, berpeluang melakukan perombakan setelah kekalahan besar dari Mali.

Perkiraan Formasi

Indonesia U17 (4-3-3)

Dafa Al Gasemi

Fabio Azkairawan, I Putu Panji Apriawan, Matthew Baker, Muhamad Al Gazani

Evandra Florasta, Noha Pohan S, Eizar Jacob

Fadly Alberto, Mochamad Mierza Firjatullah, Zahaby Gholy

Uzbekistan U17 (4-3-3)

Safarmad Gafforov

Abubakr Sulaymonov, Sheroz Sharifov, Mekhrubon Ghafurov, Nuriddin Khamrokulov

Rustam Soirov, Abdullo Sharipov, Shohjahon Nazarov

Bilol Boboev, Mukhammad Nazriev, Abdullo Ibragimzoda

  • piala kemerdekaan 2025

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.