Sekolah Rakyat Masih Banyak Kekurangan Sarana Prasarana

Jumat, 15 Agu 2025, 14:41 WIB

JAKARTA – Sarana dan prasarana di sekolah rakyat masih bnayak yang belum lengkap. Untuk itu, Kementerian Sosial (Kemensos) terus berkonsolidasi dengan beragam pihak terkait untuk memastikan kelengkapan seluruh sarana dan prasarana (sarpras) Sekolah Rakyat di Tanah Air.

"Kami sedang terus konsolidasi agar makin bisa melengkapi seluruh sarana dan prasarananya," kata Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf kepada wartawan usai menghadiri Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2025 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Mensos — Sumber: ist

Hal itu pun disampaikan Gus Ipul, sapaan Mensos Saifullah Yusuf, menanggapi pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dalam sidang tahunan itu yang menyinggung sejumlah hal, termasuk Sekolah Rakyat.

Diketahui sejumlah sarana dan prasarana yang ada di Sekolah Rakyat meliputi ruang kelas, asrama, laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, ruang makan, toilet, seragam siswa, hingga perlengkapan pendukung pembelajaran seperti laptop dan papan pintar (smartboard).

Kemensos pun melakukan pengadaan lebih dari 15.000 laptop untuk siswa Sekolah Rakyat pada 2025 guna membantu pembelajaran di sekolah itu. Dalam pidato kenegaraannya di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah membangun 100 Sekolah Rakyat.

Pembangunan Sekolah Rakyat, kata dia, bertujuan agar setiap anak dari keluarga tidak mampu dapat belajar tanpa hambatan dan tumbuh di lingkungan yang baik. Ke depannya, kata Presiden Prabowo, setidaknya terdapat 300 Sekolah Rakyat yang akan dibangun. Para siswa Sekolah Rakyat merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga dengan pendapatan terendah.

Dalam rangkaian acara Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2025, Presiden Prabowo Subianto memaparkan pidato tentang laporan kinerja lembaga-lembaga negara dan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Sidang Tahunan dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2025 dilaksanakan menjelang HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang bertema "Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju".

Sementara itu, sebanyak 36 siswa dan siswi yang berasal dari keluarga tidak mampu asal Kabupaten Tangerang, Banten, dikirim ke asrama untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat pada 2025.

Dari puluhan siswa/i tersebut nantinya akan mulai memasuki kegiatan pendidikan perdana di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang ada di Gedung BLK di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara.

"Jadi ada 36 yang kami lepas. Nanti mereka akan sekolah selama tiga tahun di SRMA 33 Tangsel," kata Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasid di Tangerang, Jumat.

Ia mengatakan terhadap siswa siswi yang telah terdaftar dalam Program Sekolah Rakyat akan menjalani pendidikan salam tiga tahun. Mereka, katanya, selama menjalani program sekolah tersebut akan dijamin sepenuhnya oleh pemerintah.

  • Sekolah Rakyat

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.