Rashford Sindir Manchester United: Terjebak Tanpa Arah akibat Gonta-ganti Strategi

Kamis, 14 Agu 2025, 05:47 WIB

MANCHESTER, INGGRIS — Marcus Rashford melontarkan kritik pedas terhadap mantan klubnya, Manchester United, yang ia nilai “terjebak di no man’s land” karena tak memiliki rencana jangka panjang yang konsisten. Kritik ini ia sampaikan setelah resmi bergabung ke Barcelona dengan status pinjaman.

Pemain berusia 27 tahun tersebut meninggalkan Old Trafford pada bulan Januari lalu untuk menjalani masa pinjaman di Aston Villa, usai tersisih dari skuad utama di bawah pelatih baru Ruben Amorim. Jebolan akademi MU ini telah membela klub sebanyak 426 kali sejak debutnya, namun pada akhirnya tersingkir dari rencana tim.

Ket. Foto: Marcus Rashford — Sumber: AFP

Musim lalu menjadi salah satu periode paling suram bagi Setan Merah. Mereka finis di posisi ke-15 klasemen Liga Inggris, terendah sejak degradasi pada musim 1973-74 dan gagal lolos ke kompetisi Eropa.

Rashford menilai biangkemunduran MU adalah instabilitas yang diakibatkan pergantian enam pelatih sejak Sir Alex Ferguson pensiun pada tahun 2013.

“Kami sudah jauh di bawah standar yang seharusnya. Tapi jika Anda melihat dari jarak tertentu, seperti yang saya lakukan enam bulan terakhir, apa yang bisa diharapkan?” ujar Rashford dalam podcast The Rest Is Football.

“Liverpool dulu mengalami masa sulit, tapi mereka merekrut (Jürgen) Klopp dan mempercayainya. Mereka tidak langsung menang. Orang hanya mengingat tahun-tahun terakhir ketika mereka bersaing dengan (Manchester) City dan mengangkat trofi besar.

“Untuk memulai transisi, Anda harus membuat rencana dan memegangnya teguh. Kami terlalu sering berganti manajer, ide, dan strategi sehingga akhirnya terjebak di ‘no man’s land’.”

Sejak kepergian Ferguson, MU belum pernah benar-benar bersaing merebutgelar Premier League maupun Liga Champions. Rashford menjadi salah satu sedikit kisah sukses akademi klub, mencetak 138 gol dan memenangkan dua Piala FA serta dua Piala Liga sejak debut pada usia 18 tahun di 2016.

Namun menurutnya, budaya juara era Ferguson kini telah memudar. “Saat Ferguson memimpin, prinsip itu berlaku untuk seluruh klub, dari tim utama hingga akademi,” katanya. “Tim yang sukses dalam jangka panjang punya prinsip yang membuat setiap pelatih atau pemain baru harus selaras atau menambah nilai terhadap prinsip tersebut. Terkadang MU memang lapar untuk menang, tapi sifatnya reaktif. Jika arah selalu berubah, mustahil berharap juara liga.”

Rashford tampaknya telah memainkan laga terakhirnya untuk MU. Kontrak pinjamannya ke Barcelona mencakup opsi pembelian senilai 35 juta euro (sekitar 634 miliar rupiah).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.