Tentara Thailand Kembali Terluka Akibat Ranjau di Perbatasan Kamboja

Rabu, 13 Agu 2025, 02:15 WIB

BANGKOK - Ledakan ranjau darat di perbatasan Thailand telah melukai seorang tentara pada Selasa (12/8), kata militer, menuduh Kamboja telah menanam bahan peledak baru yang melanggar gencatan senjata antara kedua negara.

Bentrokan selama lima hari meletus bulan lalu saat pasukan darat, artileri, dan jet tempur melancarkan pertempuran lintas perbatasan yang menewaskan sedikitnya 43 orang dan menyebabkan lebih dari 300.000 warga sipil mengungsi.

Ket. Foto: Seorang tentara Thailand sedang menjaga kuil sambil mengambil foto pengunjung kuil Prasat Ta Muen Thom yang berada di perbatasan Thailand dan Kamboja pada Maret lalu. — Sumber: AFP/TANG CHHIN Sothy

Kedua negara tetangga di Asia tenggara itu telah berselisih mengenai sebagian perbatasan mereka sejak lebih dari satu abad yang lalu, tetapi pertempuran di bulan Juli dipicu oleh klaim Thailand bahwa Kamboja menanam ranjau darat yang melukai pasukannya.

Tentara Thailand mengatakan ranjau darat lain meledak sekitar pukul 9 pagi, melukai kaki seorang tentara saat mereka berpatroli di dekat kuil Prasat Ta Muen Thom yang disengketakan di Provinsi Surin.

"Kamboja terus menanam ranjau darat secara diam-diam sebagai ancaman yang berkelanjutan," kata pernyataan dari juru bicara militer Thailand, Winthai Suvaree. "Insiden yang berulang ini menunjukkan niat buruk dari pihak Kamboja, yang bertentangan dengan perjanjian gencatan senjata. Militer Thailand mungkin harus menggunakan hak kami untuk membela diri," imbuh dia.

Ledakan itu menyusul ledakan ranjau pada Sabtu (9/8) lalu di Provinsi Sisaket yang menurut tentara Thailand telah melukai tiga tentara lainnya.

Thailand dan Kamboja telah saling tuduh terkait bentrokan yang melanggar gencatan senjata sejak pakta perdamaian mulai berlaku pada 29 Juli, padahal kedua belah pihak pekan lalu berjanji untuk memperpanjang gencatan senjata. SB/AFP/I-1

  • cambodia

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.