UNDP: AI Ibarat Buah Simalakama
Selasa, 12 Agu 2025, 17:50 WIBJAKARTA - Kepala Unit Financing for Development yang juga Ketua Komite Pemuda Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa, atau United Nations Development Programme (UNDP)Â Indonesia, Nila Murti, pada Senin (11/8), mengatakan bahwa kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) itu ibarat belati bermata dua dalam kehidupan kaum muda.
"AI itu seperti belati dengan dua mata. Di satu sisi dapat membantu kesejahteraan manusia, namun di sisi lain, keberadaannya perlu diwaspadai agar si pengguna tidak (mengalami) ketergantungan," kata Nila dalam Media Gathering bertema "Local Youth Actions for the SDGs & Beyond" untuk memperingati International Youth Day 2025 di Jakarta.
Menurut Nila, sisi lain yang perlu diwaspadai juga dari keberadaan AI adalah AI dapat mematikan sisi-sisi intelegensi manusia sehingga masyarakat perlu bersikap waspada terhadap AI.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga Bidang Percepatan Inovasi Pemuda dan Olahraga, Hasintya Saraswati menilai bahwa digitalisasi saat ini memberi manfaat bagi kaum muda dalam hal mereka memiliki ruang untuk berbicara atau menyampaikan sesuatu.
"Misal yang tadinya untuk mendengarkan suara/pendapat pemuda harus dibuat acara dulu di daerah masing-masing, namun sekarang sudah ada digitalisasi. Jadi kita tahu apa yang menjadi concern (kepedulian/keprihatinan) mereka, dan sebagainya," katanya.
Ia menilai bahwa di era serba digitalisasi saat ini, banyak ide maupun pendapat dari kaum muda yang terpolarisasi. âIni yang sangat disayangkan,â katanya.
Ia menambahkan, di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang mampu menyajikan informasi dengan cepat, para pemuda jangan hanya menyumberkan pemikiran atau pendapat dari apa yang tertulis di media, terutama media sosial, karena hal tersebut berpotensi memperkuat polarisasi dan mengikis kemampuan berpikir kritis.
Pada kesempatan itu, Hasintya juga berpesan kepada kaum muda agar tidak meninggalkan kebiasaan membaca buku dan berdiskusi.
âPentingnya membaca buku. Di zaman saat ini, tidak ada yang dapat mengalahkan diskusi dengan rekan-rekan, para senior, atau yang lebih muda,â katanya.Â
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
PBB Peringatkan AI Tingkat Lanjut Dapat Menjadi Ancaman bagi Umat Manusia
-
Anggaran Belanja Pekalongan Naik 13,96 Persen, Jalan hingga Armada Damkar Jadi Prioritas
-
Taman Robot Galaxy Dibuka di Korea Selatan, Ada Pertunjukan K-pop Bertenaga Robot AI
-
Putin Kunjungi Kepulauan Kuril, Jepang Meradang!
-
Dituding Langgar Hak Cipta Besar-besaran, Anthropic Digugat Sony dan Warner Music
-
Usut Tuntas, JPU: Pengaturan Kuota Haji Tambahan Satu Pintu lewat Fuad Hasan
-
AI Gerus 268 Ribu Kerja Anak Muda Korsel, CORE: RI Wajib Antisipasi Sekarang
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.