Penajam Kembangkan Objek Wisata Alam
Selasa, 12 Agu 2025, 03:09 WIBPENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan pengembangan objek wisata alam sebagai upaya memperkuat sektor pariwisata seiring rencana pemindahan ibu kota negara Indonesia dari Jakarta ke sebagian wilayah Provinsi Kaltim.
âPemerintah kabupaten perkuat sektor pariwisata dengan kembangkan dua objek wisata alam,â ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Israwati ketika ditanya mengenai potensi wisata di Penajam, beberapa hari lalu.
Ibu Kota Nusantara (IKN), sebagai Ibu kota negara baru Indonesia yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, dinilai memberi imbas dalam memperbesar peluang sektor wisata lokal untuk berkembang dan memberikan manfaat ekonomi masyarakat.
Pemerintah kabupaten, kata dia, harus menyiapkan sektor wisata agar bisa menarik lebih banyak pengunjung, atau wisatawan, sehingga bermuara pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
âSaat ini sedang proses pembebasan lahan warga untuk kembangkan dua objek wisata alam,â tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melibatkan tim penilai (appraisal) bertugas menilai harga tanah yang pantas dan wajar dalam pembebasan lahan mengembangkan objek wisata pantai dan hutan bakau di kabupaten yang akrab disapa Benuo Taka itu.
Objek atau tempat wisata yang bakal dikembangkan tersebut, Pantai Sipakario Kelurahan Nipah-Nipah dan Ekowisata Hutan Mangrove (bakau) Kelurahan Kampung Baru di Kecamatan Penajam.
âPembebasan lahan dilakukan secara transparan melibatkan tim appraisal dan penilaian lahan didasarkan rencana pengembangan dengan menentukan harga yang ditawarkan kepada pemilik lahan,â katanya.
Hasil penilaian tim appraisal diumumkan secara terbuka, terutama kepada pemilik lahan dan setelah ada kesepakatan bakal dilanjutkan dengan proses pembayaran pembebasan lahan tersebut, demikian Andi Israwati.
Selain pariwisata, Pemkab Kukar juga fokus membangun dan mengembangkan sektor pertanian baik tanaman pangan, hortikultura, perikanan, hingga peternakan, sebagai upaya melayani kebutuhan pangan warga IKN. âSaat ini, Kukar sudah menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), salah satunya dengan produksi padi terbanyak di Kaltim yang mencapai 106.553 ton gabah kering giling pada 2024,â kata Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.
Setelah menjadi lumbung pangan bagi Kaltim, lanjut ia, maka Pemkab Kukar menargetkan ke depan menjadi lumbung pangan bagi IKN, sehingga sejak dua tahun lalu pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana hingga bekerja sama dengan berbagai pihak agar ke depan dapat memasok pangan ke IKN.
âKami paham bahwa IKN dipersiapkan menjadi kota berteknologi tinggi, tapi kami berpotensi menjadi daerah pemasok pangan dan tujuan wisata bagi warga yang tinggal di IKN dan sekitarnya, sehingga pertanian dalam arti luas dan pariwisata menjadi penekanan di RPJMD Kukar,â ucapnya.
Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar tersebut juga merupakan agenda pemerintah untuk mentransformasikan kekuatan saat ini, yakni dari sumber daya tak terbarukan ke sumber daya terbarukan, yakni pertanian, pariwisata dan ekonomi kreatif. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gibran Bisa Mulai Ngantor di IKN Tahun 2026
-
Iran Tegaskan Tak Pernah Minta Gencatan Senjata
-
Daftar Lengkap Kantong Parkir Car Free Night Malam Takbiran: Dari Monas hingga Wisma Mandiri
-
Pertamina Tambah Pasokan Elpiji untuk Penuhi Masyarakat Sumbar Jelang Lebaran
-
Otorita Buka Ruang Keterlibatan Profesional Bangun IKN
-
Panglima TNI Anugerahkan KPLB kepada Prajurit Juara Hafalan 30 Juz Al-Qur’an
-
Cegah Campak, Dinkes Lebak Gencarkan Imunisasi dan Pola Hidup Bersih.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.