IHSG Menguat Pesat, Ikuti Gelombang Positif di Asia, Tapi Hati-hati Gelembung!

Selasa, 12 Agu 2025, 17:30 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (12/8) sore menutup perdagangan dengan lonjakan signifikan sebesar 72,54 poin atau 0,96 persen, menguat ke level 7.605,93. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,71 poin atau 0,85 persen ke posisi 799,59.

Kenaikan ini tidak hanya sekadar angka, melainkan sinyal kuat bahwa pasar modal Indonesia mulai menunjukkan daya tahan dan optimisme yang melampaui batas ketidakpastian global. 

Ket. Foto: Ilustrasi - Papan pantauan pergerakan harga saham. — Sumber: Antara.

IHSG tampak bersemangat mengikuti jejak penguatan mayoritas bursa saham utama di kawasan Asia, yang tengah menikmati sentimen positif dari data ekonomi dan kebijakan moneter yang lebih bersahabat.

Momentum ini membuka peluang besar bagi investor untuk kembali percaya diri masuk ke pasar, menantikan capaian fundamental ekonomi yang terus membaik. 

Namun, di balik euforia penguatan ini, para pelaku pasar juga tengah waspada terhadap potensi gejolak baru dari faktor eksternal, termasuk risiko inflasi global dan dinamika geopolitik yang bisa mengguncang sentimen secara tiba-tiba. 

Apakah kenaikan hari ini akan menjadi awal tren bullish yang berkelanjutan, atau sekadar reli teknikal sementara, hanya waktu yang akan membuktikan.

"IHSG dan bursa regional Asia bergerak menguat, pelaku pasar merespon berita Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang telah sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata tarif selama 90 hari," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, pelaku pasar berharap kesepakatan antara AS dan Tiongkok dapat meredakan ketegangan perang dagang dan memberikan para negosiator lebih banyak waktu untuk mencapai kesepakatan.

Pada hari ini, Selasa (12/8/2025), Tiongkok mengumumkan mereka akan menangguhkan tarif tambahan atas barang-barang AS selama 90 hari ke depan, menyusul perintah eksekutif Presiden AS Donald Trump yang memperpanjang gencatan senjata tarif.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan tarif untuk beberapa barang AS akan tetap sebesar 10 persen, sementara Tiongkok akan berupaya mengatasi hambatan non-tarif yang mempengaruhi produk-produk AS.

Langkah ini diambil seiring kedua negara berupaya meredakan ketegangan perdagangan dan menciptakan ruang untuk negosiasi lebih lanjut, dengan perpanjangan dipandang sebagai langkah untuk mencegah eskalasi baru dalam sengketa perdagangan.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan laporan Nota Keuangan RAPBN 2026 yang akan disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 15 Agustus 2025.

Sebelumnya, pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sudah menyelesaikan rancangan postur Rancangan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, yang akan menjadi acuan pemerintah dalam menyusun nota keuangan APBN.

Ketua Banggar Said Abdullah menyampaikan pendapatan negara pada RAPBN 2026 di kisaran Rp3.094 triliun-Rp3.114 triliun, sementara belanja negara di kisaran Rp3.800 triliun-Rp3.820 triliun.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor menguat yaitu sektor teknologi naik sebesar 5,36 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor keuangan yang naik masing-masing sebesar 5,05 persen dan 2,94 persen.

Sedangkan, dua sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku paling dalam minus 0,81 persen, diikuti oleh sektor teknologi yang turun sebesar 0,09 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TNCA, DKHH, PPRE, GRPH, dan IMPC. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni NRCA, BEEF, PPRI, CMNT, dan TIFA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.224.852 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 30,14 miliar lembar saham senilai Rp19,54 triliun. Sebanyak 382 saham naik, 249 saham menurun, dan 170 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 895,02 poin atau 2,14 persen ke 42.715,50, indeks Hang Seng menguat 62,87 poin atau 0,25 persen ke 24.969,81, indeks Shanghai naik 18,37 poin atau 0,50 persen ke 3.665,92, dan indeks Strait Times melemah 7,62 poin atau 0,18 persen ke 4.226,78.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.