6 Fakta Tragedi Pasuruan! Sadis, Bocah 7 Tahun Tewas Dibantai Tetangga dengan Belencong

Selasa, 12 Agu 2025, 13:45 WIB

JAKARTA - Dusun Areng-areng, Desa Sambisirah, Kecamatan Wonorejo, Pasuruan, Jawa Timur, mendadak gempar pada Sabtu siang (9/8/2025). Seorang bocah laki-laki kelas 1 SD, M Haidar Musthofa yang berumur 7 tahun, meregang nyawa dengan cara mengenaskan—kepalanya dihantam belencong oleh tetangganya sendiri. 

Tak ada peringatan, tak ada cekcok, hanya teriakan kaget dan isak tangis warga yang menyaksikan kejadian mengerikan itu.

Ket. Foto: Potret bocah 7 tahun dibunuh tetangga — Sumber: Isttimewa

6 Fakta Tragis yang Terkuak dari Kasus Sadis Ini

1. Kepala Korban Jadi Sasaran Pukulan Belencong

Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, menjelaskan pelaku datang membawa belencong berbahan besi dengan gagang kayu. Tanpa alasan jelas, benda itu diayunkan tepat ke kepala korban, membuat bocah malang itu tersungkur dengan darah membasahi lantai rumah.

2. Nyawa Korban Tak Terselamatkan

Warga yang panik segera membawa korban ke RSUD Bangil menggunakan ambulans desa. Namun, harapan pupus begitu dokter menyatakan korban meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.

3. Pelaku Tinggal Hanya Sejengkal dari Rumah Korban

Kapolsek Wonorejo, AKP Sugiyanto, mengungkapkan fakta mengejutkan, pelaku adalah tetangga dekat korban. Bahkan, jarak rumah mereka hanya beberapa meter saja.

4. Tak Pernah Ada Permusuhan Sebelumnya

Kepala Desa Sambisirah, Abdurrohim, memastikan keluarga korban dan pelaku tidak pernah terlibat masalah atau perselisihan. Semuanya terjadi begitu saja, tanpa tanda-tanda.

5. Pelaku Diduga Alami Depresi Berat

Menurut sang Kades, pelaku mengalami tekanan mental akibat masalah rumah tangga dan kesulitan ekonomi, termasuk pisah ranjang dengan istrinya dan tak punya pekerjaan.

6. Sempat Minta Pekerjaan ke Kepala Desa

Beberapa minggu sebelum tragedi, pelaku bahkan datang ke rumah Kades sampai tiga kali untuk meminta pekerjaan. Namun, ia tak pernah bertemu langsung dengan sang Kades.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban dan trauma bagi warga. Bagaimana bisa seorang tetangga yang dikenal baik tiba-tiba berubah menjadi pelaku pembunuhan sadis? 

Polisi kini mendalami kasus ini, termasuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku.

Redaktur: Alfina Febriyana

Penulis: Alfina Febriyana

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.