Makassar Butuh 6.000 Kantong Darah per Bulan, Wali Kota Dorong Donor Rutin dan Kolaboratif
Jumat, 08 Agu 2025, 03:30 WIBMAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyatakan kota ini membutuhkan 6.000 kantong darah per bulan dan mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memenuhinya.
"Saya mengutip data dari Ketua PMI Sulsel Adnan Purichta Ichsan yang menyebutkan bahwa kebutuhan darah di Kota Makassar mencapai sekitar 6.000 kantong per bulan, sedangkan di Sulsel mencapai 16.000 kantong," ujarnya di Makassar, Kamis.
Untuk memenuhi kebutuhan darah tersebut ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dengan melakukan kegiatan donor darah secara rutin di Kota Makassar dan Sulsel secara umum.
"Kita tidak bisa berpikir sektoral dalam menangani kebutuhan darah. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ini menyangkut kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama," ujarnya.
Munafri menilai pendekatan kolaboratif melalui skema pentahelix, yang melibatkan unsur pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan TNI/Polri merupakan kunci utama dalam menjawab tantangan kemanusiaan, termasuk dalam hal penyediaan darah.
Ia mengapresiasi Kodim 1408/Makassar yang menginisiasi kegiatan donor darah itu. Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus menjawab isu-isu kemanusiaan di kota dengan populasi penduduk lebih dari 1,4 juta jiwa ini.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Dandim karena mampu menginisiasi kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Masyarakat kita peduli, tapi harus ada ruang yang difasilitasi. Ini salah satu contohnya," tambahnya.
Menurutnya, dalam pemenuhan kebutuhan darah ini bukan hanya tugas PMI. Ini tugas bersama. Sehingga ia ingin memastikan bahwa pola pelaksanaan donor darah akan di perkuat secara rutin.
"Insya Allah, Pemkot Makassar akan berkontribusi lebih dari 50 persen dari target kebutuhan darah," katanya.
Ia juga menekankan, pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat donor darah, baik dari sisi kesehatan maupun sisi spiritual.
Potensi pendonor darah di Makassar, kata dia sangat besar, tetapi pengelolaannya masih perlu dimasifkan.
"Edukasi harus diturunkan ke masyarakat secara berkelanjutan. Donor darah itu menyehatkan, dan menjadi amal ibadah," jelasnya.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa Pemkot Makassar siap menata ulang sistem pendonoran darah di kota ini agar lebih sistematis dan terjadwal, sehingga kegiatan donor darah dapat dilakukan secara berkala.
Ke depan, dia ingin agar setiap bulan sudah ada jadwal tetap. PMI tinggal datang, dan darah bisa langsung dikumpulkan.
"Ini demi memudahkan, bukan hanya bagi PMI, tetapi juga masyarakat yang ingin berdonor," tuturnya.
- donor darah makassar
- wali kota munafri arifuddin
- pmi sulsel
- kota makassar
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.