- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tarif Resiprokal Mulai Ber...
Tarif Resiprokal Mulai Berlaku, Trump: Miliaran Dollar Akan Mengalir ke AS
Kamis, 07 Agu 2025, 13:58 WIBWASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (6/8) tengah malam waktu setempat mengumumkan bahwa tarif resiprokal terhadap lebih dari 90 negara telah berlaku dengan mengatakan bahwa miliaran dollar dalam bentuk bea masuk akan dikumpulkan.
âTarif resiprokal berlaku tengah malam ini! Miliaran dolar, sebagian besar dari negara-negara yang mengambil keuntungan dari Amerika Serikat selama bertahun-tahun sambil tertawa puas, akan mulai mengalir ke Amerika Serikat,â tulis Trump di media sosial.
âSatu-satunya hal yang bisa menghentikan kejayaan Amerika adalah pengadilan radikal kiri yang ingin melihat negara kita gagal,â ucap Trump menambahkan.
Presiden tersebut kemungkinan merujuk pada kasus-kasus pengadilan yang sedang berlangsung, di mana wewenangnya untuk memberlakukan tarif-tarif tersebut sedang diperdebatkan.
Perusahaan-perusahaan dan negara bagian telah mengajukan gugatan terhadap kebijakan tarif Trump, dengan tuduhan bahwa kebijakan tersebut menyebabkan kerugian ekonomi.
Kasus-kasus tersebut hampir pasti akan dibawa hingga ke Mahkamah Agung setelah para penggugat memperoleh kemenangan di serangkaian putusan pengadilan, yang kemudian mendorong pemerintahan Trump untuk mengajukan banding.
Pemberlakuan tarif ini juga memicu kekhawatiran yang akan menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen, pada saat Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, bersikap hati-hati dalam memangkas suku bunga lebih lanjut di tengah ketidakpastian ekonomi yang tajam.
Diketahui, tarif untuk produk-produk asing yang diimpor ke Amerika Serikat sebesar 15--50 persen, sebagaimana yang diumumkan Presiden Donald Trump, resmi berlaku pada Kamis.
Pekan lalu, Trump meneken perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif "resiprokal" terhadap 67 negara meski langkah tersebut dikhawatirkan dapat meningkatkan inflasi dan menekan pertumbuhan lapangan kerja.
Di antara negara dengan nilai tarif impor tertinggi adalah India dan Brasil (50 persen), kemudian Laos dan Myanmar (40 persen), Swiss (39 persen), serta Irak dan Serbia (35 persen).
India awalnya hanya dikenakan tarif sebesar 25 persen. Namun, Trump pada Rabu mengumumkan tarif tambahan sebesar 25 persen sebagai hukuman kepada New Delhi yang masih terus membeli minyak dari Russia.
Kementerian Luar Negeri India menyebut langkah tersebut "tak adil, tak dapat dibenarkan, dan tak masuk akal". Langkah AS itu juga membuka front baru dalam perang dagang Trump.
Sejumlah 21 negara lainnya juga menghadapi nilai tarif melampaui 15 persen, antara lain Vietnam dan Taiwan (20 persen) serta Pakistan dan Thailand (19 persen).
Lebih lanjut, seorang pejabat Gedung Putih menyatakan tidak akan ada perlakukan istimewa terhadap produk buatan Jepang, berbeda dengan yang diyakini Tokyo sebelumnya saat kesepakatan dagang terbaru diteken, demikian menurut Kyodo News.
Menurut seorang pejabat yang tak disebutkan namanya, pemerintahan Trump memutuskan bahwa tarif 15 persen untuk produk buatan Jepang adalah di luar dari nilai tarif yang telah berlaku sebelumnya.
Keputusan tersebut berbeda dengan penjelasan pemerintah Jepang terkait kesepakatan dagang yang berhasil dicapai antara dua negara bersekutu tersebut.
- tarif resiprokal
- Presiden AS Donald Trump
- Telah Berlaku
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Deal, Trump Umumkan Capai Kesepakatan Tarif dengan Indonesia, Produk RI Dikenakan Tarif 19%
-
Tanggapi Isi Kesepakatan soal Tarif dengan Trump, Presiden Prabowo Sebut RI-AS Sepakat Hubungan Dagang yang Saling Menguntungkan
-
Trump Setujui Korsel Bangun Kapal Selam Bertenaga Nuklir
-
Adu ketangkasan domba garut Piala Presiden 2025
-
Digelar di Jakarta, Asian Television Awards 2025 Bertabur Bintang
-
RI Gagal Lakukan Negosiasi Tarif, Ada 1,2 Juta Pekerja yang Terancam Kehilangan Pekerjaan
-
Taylor Swift Umumkan Tanggal Perilisan Album Terbarunya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.