Industri Pengolahan Dukung Ekspor Jakarta

Rabu, 03 Jun 2026, 01:15 WIB

JAKARTA – Pergerakan ekspor Jakarta utamanya didukung sektor migas dan nonmigas, seperti industri pengolahan. Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta mencatat total nilai ekspor Jakarta April 2026 mencapai 1,50 miliar dolar AS, atau naik 31,61 persen secara tahunan dari periode sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan kinerja ekspor utamanya didorong nilai sektor migas dan nonmigas yang masing-masing tumbuh sebesar 192,14 persen dan 31,29 persen,” kata Kepala BPS Jakarta, Kadarmanto, Selasa. Dia pun merinci pergerakan positif itu utamanya didorong oleh kinerja sektor industri pengolahan. Sektor ini tidak hanya memberikan kontribusi porsi terbesar bagi struktur ekspor Jakarta, tetapi juga menjadi pendorong utama pertumbuhan April ini.

Ket. Foto: Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta Kadarmanto dalam kegiatan rilis berita statistik di Jakarta, Selasa (2/6). — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Secara spesifik, nilai ekspor sektor industri pengolahan mengalami kenaikan tahunan sebesar 33,45 persen. Nilainya meningkat dari 1.100 juta dolar AS April 2025 menjadi 1.469,12 juta dolar AS pada bulan April 2026. “Hal ini menegaskan kuatnya aktivitas basis manufaktur di Jakarta,” ujar Kadarmanto.

Di sisi lain, nilai ekspor pertanian Jakarta menurun sebesar 33,25 persen secara tahunan. Secara kumulatif, total nilai ekspor Jakarta Januari hingga April 2026 tercatat sebesar 6,02 miliar dolar AS. Ini ada tumbuh sebesar 10,48 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kemudian, berdasarkan sektornya, struktur ekspor Jakarta masih bergantung pada industri pengolahan. Sektor ini memegang kontribusi dominan denganshare kumulatif mencapai 97,77 persen. «Secara nilai, industri pengolahan tumbuh sebesar 12,27 persen dibandingkan prioritas Januari-April 2025,» tutur Kadarmanto.

Kondisi sebaliknya terjadi pada sektor pertanian serta pertambangan dan lainnya yang menurun masing-masing sebesar 48,34 persen dan 25,00 persen. Berikutnya, dari sektor kinerja ekspor komoditas unggulan selama Januari-April 2026, kelompok logam mulia dan perhiasan atau permata memegang peran sebagai kontributor terbesar dengan pangsa pasar mencapai 22,90 persen.

Sektor tersebut menunjukkan peningkatan nilai ekspor sebesar 40 persen pada empat bulan pertama tahun ini dengan nilai mencapai 1,38 miliar dolar AS. Tren positif tersebut didukung kelompok kendaraan dan bagiannya yang menyumbang andil sebesar 16,74 persen terhadap total ekspor, dengan kenaikan nilai sebesar 18,26 persen.

Lalu, komoditas unggulan berikutnya, alas kaki, yang memberikan andil sebesar 16,60 persen dan mencatat pertumbuhan tipis sebesar 1,28 persen. “Dinamika komoditas ini mencerminkan respons struktur perdagangan Jakarta terhadap permintaan global,” ungkap Kadarmanto.

Lebih lanjut, berdasarkan negara tujuan utama ekspor, Thailand menjadi tujuan utama ekspor Jakarta dengan total nilai sebesar 1,19 miliar dolar AS. Komoditas yang diekspor ke Thailand didominasi oleh logam mulia dan perhiasan permata. Produk ini mencatatkan nilai sebesar 994,36 juta dolar AS, atau tumbuh sebesar 162,18 persen.

Selanjutnya, Amerika Serikat dengan total nilai ekspor sebesar 684,61 juta dolar AS. Produk utama yang diserap, yaitu alas kaki dengan nilai 338,80 juta dolar AS. Negara tujuan utama ketiga untuk ekspor Jakarta, Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar 582,20 juta dolar AS. Produk yang paling banyak diserap di negara tersebut, lemak, serta minyak hewani dan nabati. Niilainya mencapai 182,46 juta dolar AS.

Inflasi

Sementara itu, BPS juga menyebutkan inflasi tahunan Jakarta Mei ini sebesar 2,49 persen, Angka ini lebih tinggi 0,42 persen poin dari inflasi tahunan bulan Mei tahun lalu.

Inflasi bulan Mei 2025, sebesar 2,07 persen. Sedangkan bulan April ini, tingkat inflasi tahunan bulan Mei 2026 juga lebih tinggi, 0,37 persen poin Kadarmantomenuturkan, dari sisi pengeluaran, Mei 2026, seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi secara tahunan.

Andil inflasi terutama disumbangkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, yakni sebesar 0,79 persen. Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil sebesar 0,69 persen. Lalu, kelompok transportasi memberikan andil inflasi sebesar 0,35 persen.

Berdasarkan komoditas, penyumbang utama inflasi tahunan Jakarta Mei ini adalah emas perhiasan sebesar 0,58 persen, angkutan udara 0,18 persen, daging ayam ras 0,17 persen, beras 0,13 persen, dan minyak goreng 0,10 persen. Sementara itu, secara bulanan, Jakarta juga mengalami inflasi Mei ini sebesar 0,12 persen.

Penyumbang utama inflasi pada bulan tersebut adalah kelompok transportasi dengan andil inflasi sebesar 0,07 persen. Kemudian, komoditas utama yang memberikan penyumbang inflasi pada kelompok tersebut adalah bensin, yang inflasi 1,06 persen dan memberikan andil 0,05 persen.

  • Ekspor Jakarta

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.