Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

74 Rekor Nasional Pecah dalam Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior       

📅 Rabu, 06 Agu 2025, 00:55 WIB | Oleh:
74 Rekor Nasional Pecah dalam Kejuaraan Angkat Besi Remaja dan Junior        Doc: ist
Ket. Kejuaraan angkat besi

JAKARTA - Kejuaraan Nasional Angkat Besi Remaja dan Junior 2025 yang digelar di GOR Saparua, Bandung, mencatat sejarah. Sebanyak 74 Rekor Nasional (Rekornas) berhasil dipecahkan sepanjang kompetisi yang berlangsung sengit tersebut.

Jumlah tersebut terdiri dari 44 Rekornas kategori Remaja dan 30 Rekornas Yunior yang tercipta dari 20 kelas yang dipertandingkan. Kejurnas kali ini diikuti 150 lifter dari 25 provinsi, mencerminkan antusiasme dan kualitas pembinaan atlet muda di seluruh Indonesia.

“Kejurnas kali ini menunjukkan bahwa pembinaan di daerah berjalan serius. Banyaknya rekor yang pecah jadi bukti bahwa level kompetisi meningkat tajam,” ujar Sekretaris Jenderal PB PABSI, Djoko Pramono.

Namun, di balik catatan positif tersebut, Djoko mengkritik beberapa daerah yang tidak menurunkan lifter terbaiknya. Menurutnya, sejumlah atlet potensial di level remaja justru tidak didaftarkan oleh pengurus provinsi masing-masing.

“Sayang sekali, ini Kejurnas tapi ada provinsi yang hanya mengirim perwakilan dari pengcab. Seharusnya, setiap daerah menurunkan yang terbaik. Untuk apa dibina jika tidak dipertandingkan,” tegas Djoko.

Kejurnas 2025 ini juga diwarnai penampilan lifter-lifter Pelatnas yang dipersiapkan untuk ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 di Manama, Bahrain. Mereka hadir sebagai bintang tamu, termasuk M Rijal Abdillah (60 kg), Immanuel Leonard Aipassa (65 kg), dan Alya Maulida (77 kg), juara Asia kategori remaja putri.

Meski tampil tanpa tekanan peringkat, performa mereka tetap jadi sorotan. Djoko menilai masih ada ruang perbaikan dari sisi teknik dan konsistensi. “Mereka belum tampil maksimal. Kami akan tingkatkan persiapan mereka menuju AYG. Rencananya, kami akan kirim 10 lifter yang memiliki potensi besar meraih medali,” jelasnya.

Dari sisi prestasi daerah, Jawa Timur mendominasi dua kategori. Di kelompok Remaja, mereka meraih posisi puncak dengan 6 medali emas. Disusul Sumatera Utara (5 emas, 3 perak, 1 perunggu), dan Jawa Barat di posisi ketiga (3-3-3).

Di kelompok Yunior, Jawa Timur tak terbendung dengan koleksi 9 emas, 2 perak, dan 1 perunggu. Jambi menyusul di posisi kedua (6-2-1), sementara Jawa Barat kembali di posisi tiga (5-3-1). Ajang ini juga menobatkan para lifter terbaik.

Di kategori Remaja, gelar Best Lifter Putri diraih Lintang (Jawa Tengah, kelas +63 kg), sedangkan Samuel dari Jawa Timur (kelas 71 kg) menjadi lifter terbaik putra. Untuk kategori Yunior, M. Husni (Lampung, kelas 60 kg) dinobatkan sebagai Best Lifter Putra, dan Dewani Ramadhan (+63 kg) sebagai Best Lifter Putri.

Dengan semangat yang ditunjukkan para lifter muda, Kejurnas 2025 menjadi bukti nyata bahwa regenerasi angkat besi Indonesia berada di jalur yang tepat, meski tantangan dalam konsistensi pembinaan antar-daerah masih harus dibenahi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.