Cianjur Temukan Perekat Situs Megalitikum Gunung Padang yang Gentar Hadapi Gempa

Selasa, 05 Agu 2025, 02:55 WIB

CIANJUR – Sekarang mungkin zaman moderan dan diklaim hebat. Namun, zaman ribuan tahun lalu, prasejarah pun kadang jauh lebih canggih masyarakatnya. Mereka bisa membuat candi Borobudur tanpa semen.

Demikian juga situs megalitikum Gunung Padang, Cianjur, ternyata hanya menggunakan perekat. Di sini tim ahli penelitian dan pemugaran lanjutan Situs Megalitikum Gunung Padang, di Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menemukan adonan perekat. Ini adalah semacam “semen” purba yang memperkokoh struktur pundan berundak situs prasejarah tersebut.

Ket. Foto: situs megalitikum gunung padang — Sumber: ist

Ketua Tim Peneliti Situs Megalitikum Gunung Padang Ali Akbar di Cianjur, Senin, mengatakan rahasia di balik tetap berdiri kokoh situs tersebut, meskipun sudah berusia ribuan tahun, akhirnya terjawab dengan adanya campuran semen purba.

"Selain memanfaatkan berat batu, ditemukan adonan perekat atau biasa disebut semen purba yang memperkokoh susunan ribuan batu berbentuk tabung persegi lima menempel erat satu sama lainnya, tanpa ada perekat atau semen seperti pada bangunan moderen," katanya.

Kokohnya struktur bangunan Situs Gunung Padang yang diduga lebih tua dari piramida Giza di Mesir dikarenakan beberapa faktor, kata dia. Ada penyusunan yang dilakukan secara simetris dan beban batu yang berat sehingga saling mengikat dan menopang satu sama lain.

Bahkan area situs sempat beberapa kali diguncang gempa atau bencana alam yang cukup besar, namun bangunan situs tetap berdiri kokoh, meski tim menemukan di beberapa lokasi batu yang seharusnya berdiri tegak sudah mulai tergeletak atau patah.

"Kami juga mendapati adanya semen purba yang memperkuat dan mempererat susunan bebatuan, di mana hal tersebut sudah ditemukan pada penelitian awal beberapa tahun yang lalu," katanya.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil uji laboratorium yang dilakukan terhadap semen purba yang diambil dari sela bebatuan yang masing-masing kandungan yang diambil sebagai sampel berbeda jenisnya.

Bahkan pada penelitian awal peneliti menduga lapisan yang ditemukan sebatas tanah biasa. Namun setelah dilakukan uji laboratorium ternyata lapisan tersebut merupakan adonan yang terdiri dari beberapa campuran bahan seperti silika, ferum atau besi, dan campuran mineral lainnya.

“Ketika bahan tersebut digabung membuat sebuah bahan yang dapat merekatkan, sehingga peneliti menyebutnya sebagai semen purba yang membuat bangunan situs kokoh selain beban dari setiap batu, sehingga mengikat satu sama lainnya dan tidak mudah bergeser," katanya.

Penemuan tersebut, tambah dia, membuktikan bahwa peradaban masa lalu di kawasan Situs Gunung Padang sudah maju secara teknologi, pengetahuan, serta ilmu arsitektur peradaban. Masyarakatnya mampu memanfaatkan berbagai material dan mineral untuk membuat perekat.

Sedangkan untuk penelitian dan pemugaran lanjutan, kata dia, tim akan memeriksa bagian lain termasuk dari tiap-tiap teras di area situs guna mengetahui pondasi yang menggunakan semen purba.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.