Bos Ferrari Yakin Hamilton Akan Bangkit Usai Hasil Buruk di GP Hungaria

Selasa, 05 Agu 2025, 09:05 WIB

BUDAPEST, HUNGARIA – Bos tim Ferrari, Fred Vasseur, menyatakan keyakinannya bahwa Lewis Hamilton akan bangkit kembali usai akhir pekan yang mengecewakan di Grand Prix Hungaria, saat juara dunia tujuh kali itu hanya finis di posisi ke-12.

Hamilton tampak lesu sepanjang balapan hari Minggu, berjuang keras keluar dari persaingan di barisan tengah dan akhirnya menyelesaikan lomba di posisi yang sama dengan saat start. Sementara itu, rekan setimnya Charles Leclerc gagal mengubah pole position pertama Ferrari musim ini menjadi kemenangan, akibat masalah mekanis yang belum terjelaskan.

Ket. Foto: Lewis Hamilton dan bos Tim Ferrari Fred Vasseur — Sumber: AFP

Suasana muram Hamilton sudah terlihat sejak hari Sabtu, ketika ia tersingkir lebih awal di sesi kualifikasi Q2. Dalam kondisi frustasi, ia bahkan sempat menyebut dirinya “benar-benar tidak berguna” dan menyarankan tim “membawa pembalap lain.”

Komentar pedas Hamilton memunculkan spekulasi mengenai tekanan besar yang ia hadapi sejak kepindahannya dari Mercedes ke Ferrari musim ini, langkah spektakuler yang kini tampaknya mulai menggerus semangatnya. Di usia 40 tahun, pembicaraan tentang kemungkinan pensiun juga mulai mencuat.

Namun Vasseur dengan cepat membela pembalap asal Inggris tersebut. “Saya tidak perlu memotivasinya. Sejujurnya, dia memang frustasi, tapi bukan berarti kehilangan semangat,” ujar Vasseur.

“Dia menuntut banyak hal, dan itu pula yang membuatnya jadi juara dunia tujuh kali. Saya sangat paham situasi ini.”

Vasseur juga menekankan bahwa reaksi emosional sesaat adalah hal yang lumrah di dunia olahraga. “Terkadang, komentar pembalap di radio mobil bisa terdengar keras. Tapi jika kita pasang mikrofon ke atlet olahraga lain seperti pemain sepak bola, saya rasa takkan jauh berbeda.”

“Setelah kualifikasi atau balapan, kekecewaan itu muncul secara spontan. Kami semua juga merasakannya.”

Vasseur menjelaskan bahwa performa Hamilton sebenarnya tidak seburuk yang terlihat, mengingat ketatnya persaingan waktu di sesi kualifikasi. Menurutnya, kegagalan masuk Q3 hanya terpaut sepersepuluh detik dan tidak lepas dari kondisi yang sangat kompetitif.

“Saat Anda juara dunia tujuh kali, rekan setim Anda meraih pole, dan Anda tersingkir di Q2, tentu itu menyakitkan. Tapi jika dilihat lebih dalam, Lewis sempat lebih cepat dari Charles di Q1,” kata Vasseur.

“Ia hanya tertahan dalam barisan DRS saat balapan. Tapi saat ia melaju sendirian, kecepatannya cukup bagus. Saya yakin dia akan bangkit dan tampil kuat.”

Leclerc, yang finis keempat di Hungaroring, turut menyemangati rekan setimnya. “Kami satu tim. Meski saya ingin finis di depan Lewis, saya juga ingin kami berdua sukses, dan Ferrari juga sukses,” ujar Leclerc.

“Akhir pekan ini memang berat untuk Lewis, tapi saya yakin ini hanya insiden sekali saja. Saya percaya paruh kedua musim akan jauh lebih positif.”

Hamilton, yang kini berada di peringkat keenam klasemen pembalap tanpa satu pun podium untuk Ferrari sejauh ini, menyambut libur musim panas Formula 1 di bulan Agustus sebagai waktu yang ia butuhkan untuk memulihkan fokus.

F1 akan kembali bergulir pada akhir pekan 30 Agustus di GP Belanda, di sirkuit Zandvoort, yang menjadi peluang berikutnya bagi Hamilton untuk membalikkan keadaan dalam musim yang belum berjalan sesuai harapan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.