DKP Kalteng Lepas 5.000 Benih Ikan Jaga Ekosistem Sungai Arut

Senin, 04 Agu 2025, 19:22 WIB

PALANGKA RAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya untuk melestarikan ekosistem perikanan di perairan Kalimantan Tengah. Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melakukan pelepasan sebanyak 5.000 benih ikan (restocking) di kawasan wisata waterfront Sungai Arut Kelurahan Mendawai, Kabupaten Kotawaringin Barat untuk menjaga ekosistem.

“Pelepasan ini kami lakukan kemarin, yakni terdiri dari sebanyak 1.500 benih ikan patin dan 3.500 benih ikan gurame,” terang Kepala Dislutkan Kalteng Sri Widanarni dihubungi dari Palangka Raya, Senin (4/8).

Ket. Foto: Dislutkan Kalteng melaksanakan pelepasan 5.000 benih ikan (restocking) di kawasan wisata waterfront Sungai Arut Kelurahan Mendawai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu (3/8). — Sumber: ANTARA/HO-Dislutkan Kalteng

Dia menjelaskan, restocking merupakan salah satu upaya menebarkan kembali benih ikan ke perairan umum, bertujuan menambah atau memulihkan stok ikan agar bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan pangan dan mendukung perekonomian masyarakat sekitar. Kabupaten Kotawaringin Barat perlu memperhatikan fungsi ekosistem perikanan agar jumlah tangkapan seimbang dengan upaya pemulihan.

Ini merupakan implementasi dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk terus berupaya menjaga kelestarian ekosistem perikanan di perairan Kalimantan Tengah.

Program ini juga merupakan tindaklanjut dari arahan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, agar Dinas Kelautan dan Perikanan Kalteng dapat menjalankan perannya secara optimal, salah satunya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem di perairan seperti sungai maupun lainnya.

Salah satunya seperti di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat yang dinilai perlu memperhatikan fungsi ekosistem perikanan, agar jumlah tangkapan seimbang dengan upaya pemulihan. Oleh karenanya perlu dilakukan restocking atau pelepasliaran benih ikan.

Lebih lanjut Sri menyampaikan, pelaksanaan restocking ini diharapkan sekaligus dapat mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menjaga ekosistem perairan, memastikan ketersediaan sumber daya ikan di masa depan.

“Penebaran benih ikan ini merupakan bagian yang dibutuhkan masyarakat untuk menjaga keseimbangan,” ujarnya.

Menurutnya program ini sangatlah strategis dan memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan produksi ikan guna pemenuhan gizi bagi masyarakat maupun peningkatan terhadap kesejahteraan masyarakat di sekitar perairan umum.

“Memenuhi harapan Gubernur Kalteng Bapak H. Agustiar Sabran, kegiatan restocking ini dapat meningkatkan produksi ikan guna pemenuhan gizi bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perairan umum, sehingga melalui restocking ini ketahanan pangan diharapkan tetap terjaga,” pungkasnya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.