Perihal Kehadiran Suporter di Laga Tandang, I.League Koordinasi Intensif dengan Kepolisian
Minggu, 03 Agu 2025, 20:27 WIBJAKARTA - Direktur Utama I.League, operator kompetisi Super League, Ferry Paulus menyatakan pihaknya berkoordinasi intensif dengan kepolisian soal peluang diizinkannya suporter tim tamu melakukan perjalanan tandang saat Super League musim 2025/2026.
Pada Liga 1 (nama kompetisi sebelum berganti menjadi Super League) musim lalu, pihak pendukung tamu tidak diperbolehkan menyaksikan laga tandang tim kesayangannya. Namun larangan itu kerap dilanggar oleh sejumlah kelompok suporter dan membuat klub terkait dijatuhi hukuman denda.
âKami sedang memfinalisasi (tentang suporter tandang tersebut-red) terutama menyinkronkannya dengan kepolisian. Mungkin dalam satu atau dua hari ke depan ada keputusan mengenai proposal yang kami sampaikan kepada pihak kepolisian,â kata Ferry saat ditemui usai acara peluncuran BRI Super League 2025/2026 di Jakarta, Minggu (3/8).
Ferry menyampaikan bahwa pihaknya masih bekerja keras mencari beberapa solusi, agar para suporter tim tamu dapat mendukung tim kesayangannya di kandang lawan.
âAda beberapa alternatif. Alternatif yang pertama adalah memberikan permohonan suporter tamu untuk bisa hadir dengan status tanpa masalah, artinya tidak ada rivalitas seperti Persija dan Persib,â tutur Ferry.
Kemudian yang kedua, dia melanjutkan, yaitu membuat sebuah terobosan yang sudah dipaparkan ke kepolisian yakni perihal sistem pertiketan.
Meski demikian, Ferry menegaskan bahwa masalah perizinan tidak berhenti di pihak kepolisian, tetapi juga harus mendapat persetujuan dari PSSI.
âPSSI sebagai regulator juga harus memberikan persetujuannya, kaitannya dengan sinkronisasi, transformasi dengan FIFA,â kata dia.
Kompetisi sepak bola Indonesia menerapkan larangan kehadiran suporter tim tandang setelah tragedi Kanjuruhan pasca pertandingan Arema FC menjamu Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Oktober 2022. Tragedi itu menewaskan setidaknya 135 warga sipil, dan ratusan orang luka-luka.
Keselamatan dan Ketertiban Prioritas Utama
Hingga keputusan resmi dikeluarkan, Ferry meminta seluruh elemen suporter untuk tetap tenang dan mengikuti regulasi yang berlaku. Ia juga menegaskan bahwa keselamatan dan ketertiban tetap menjadi prioritas utama.
I.League selaku operator kompetisi tertinggi di Indonesia saat ini berupaya keras menciptakan atmosfer pertandingan yang aman sekaligus inklusif bagi seluruh pencinta sepak bola Tanah Air. Ant
- Larangan Suporter
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.