Amerika Serikat-Tiongkok Sepakat Jajaki Perpanjangan Penundaan Tarif 90 Hari

Kamis, 31 Jul 2025, 01:00 WIB

STOCKHOLM – Pejabat Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sepakat untuk menjajaki perpanjangan gencatan senjata tarif 90 hari pada Selasa (29/7), menyusul dua hari pembicaraan di Stockholm yang keduanya pihak gambarkan sebagai konstruktif. Pembicaraan ini bertujuan meredakan perang dagang yang memanas antara dua ekonomi terbesar dunia yang mengancam pertumbuhan global.

Meski tidak ada terobosan besar yang diumumkan, Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa Presiden Donald Trump akan memiliki "keputusan akhir" apakah akan memperpanjang gencatan dagang yang berakhir pada 12 Agustus, atau berpotensi membiarkan tarif kembali naik hingga angka tiga digit.

Ket. Foto: Sumber: China’s General Administration of Customs — Sumber: AFP

Namun, Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, meredakan ekspektasi bahwa Trump akan menolak perpanjangan tersebut. "Pertemuan-pertemuan itu sangat konstruktif," kata Bessent kepada wartawan setelah pertemuan selesai. "Hanya saja kami belum memberikan persetujuan akhir."

Saat Trump kembali ke Washington setelah mengunjungi Skotlandia, di mana ia menandatangani kesepakatan dagang dengan Uni Eropa, ia mengatakan Bessent baru saja memberinya laporan tentang pembicaraan dengan Tiongkok. "Dia merasa sangat senang dengan pertemuan itu, lebih baik dari yang dia rasakan kemarin," kata Trump kepada wartawan di dalam Air Force One.

Setelah berbulan-bulan mengancam tarif tinggi terhadap mitra dagang, Trump telah mengamankan pakta dagang dengan UE, Jepang, Indonesia, dan lainnya. Namun, kekuatan ekonomi Tiongkok dan dominasinya atas aliran rare earth global membuat pembicaraan ini sangat kompleks.

Kedua belah pihak pada Mei lalu mundur dari penerapan tarif tiga digit satu sama lain, yang seharusnya menjadi embargo perdagangan bilateral. Namun, rantai pasokan global dan pasar keuangan bisa menghadapi gejolak baru tanpa adanya kesepakatan.

Bessent mengatakan kepada wartawan bahwa ia berharap dapat bertemu dengan Trump pada hari Rabu setelah keduanya kembali ke Washington, dan presiden akan memiliki keputusan akhir tentang perpanjangan apa pun.

Perpanjangan 90 hari lainnya adalah salah satu opsi, tambah Greer. "Kami memiliki pertemuan yang konstruktif, untuk kembali dengan laporan positif. Tetapi perpanjangan jeda itu, dia yang akan memutuskan," kata Greer setelah pembicaraan di Rosenbad, kantor Perdana Menteri Swedia di pusat Stockholm.

Isu Sensitif

Sesaat setelah perundingan selesai, Tiongkok menyatakan akan mendorong perpanjangan penangguhan tarif Trump, serta perpanjangan penangguhan langkah balasan dari Tiongkok.

Bessent, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyinggung sejumlah isu yang sensitif bagi Tiongkok, termasuk impor minyak dari Iran dan masalah kelebihan kapasitas produksi di sektor industri Tiongkok.

Bessent juga memperingatkan pejabat Tiongkok bahwa pembelian berkelanjutan minyak Russia yang dikenai sanksi akan menyebabkan tarif besar karena undang-undang di Kongres, tetapi diberitahu bahwa Beijing akan melindungi kedaulatan energinya.

"Tiongkok sangat serius dalam menjaga kedaulatan mereka. Kami tidak ingin menghalangi kedaulatan mereka, jadi mereka bersedia membayar tarif 100 persen," kata Bessent.

Tiongkok tetap menjadi pembeli minyak Russia terbesar, sekitar 2 juta barel per hari, diikuti oleh India dan Turki.

Pernyataan Bessent ini justru mengindikasikan masih adanya perbedaan pandangan yang cukup signifikan antara kedua negara.

Namun perbedaan pandangan ini bukan untuk memisahkan AS dari Tiongkok dalam bidang strategis seperti logam tanah jarang dan semikonduktor, melainkan untuk mengurangi risiko.

Presiden Donald Trump menyampaikan kepuasannya dengan pertemuan itu. Namun Trump menegaskan bahwa keputusan akhir terkait hasil pembicaraan tersebut akan diambil setelah menerima laporan resmi pada Rabu (30/7).

Sementara itu komunikasi antara AS dan Tiongkok tetap akan berlanjut. Trump memperkirakan ada kemungkinan akan bertemu langsung dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam tahun ini.

  • negosiasi tarif

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.