- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump akan Sanksi Russia j...
Trump akan Sanksi Russia jika Tidak Akhiri Perang di Ukraina dalam 12 Hari
Rabu, 30 Jul 2025, 01:10 WIBLONDON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Senin (28/7) mengancam akan menjatuhkan sanksi dan tarif sekunder terhadap Russia jika negara itu tidak menghentikan perang di Ukraina dalam waktu 10 hingga 12 hari, jauh lebih cepat dari tenggat waktu sebelumnya.
âSaya mungkin akan mengumumkannya malam ini atau besok, tidak ada alasan untuk menunggu,â kata Trump dalam konferensi pers bersama dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer di salah satu klub golf komersial milik presiden di Skotlandia.
Tenggat waktu sebelumnya, yaitu 50 hari, diperkirakan akan jatuh pada awal September.
â(Pengumuman) itu akan berupa sanksi dan mungkin tarif, tarif sekunder," kata Trump mengenai kemungkinan langkah yang akan diambil terhadap Russia.
Namun, ia menambahkan bahwa dirinya akan melakukan hal tersebut dengan enggan karena âSaya mencintai rakyat Russia, mereka orang-orang yang hebat,â puji Trump.
Ia pun menyebut perang tersebut sebagai "perang yang benar-benar berdarah," Presiden AS itu menegaskan bahwa mencapai kesepakatan gencatan senjata adalah "hal yang masuk akal."
Ia juga menyampaikan bahwa dalam tiga kesempatan sebelumnya, kesepakatan gencatan senjata tampak hampir tercapai, namun "tiba-tiba rudal kembali menghantam (ibu kota Ukraina) Kiev... Ada apa sebenarnya?"
Trump menambahkan dengan nada frustrasi, kalau kondisi seperti itu terlalu sering terjadi dan dia tidak menyukainya."
Pengiriman Senjata
Pada pertengan Juli, Trump secara mengejutkan mengubah haluan kebijakan luar negerinya terhadap konflik Ukraina-Russia. Trump mengumumkan rencana pengiriman besar-besaran senjata ke Ukraina, sekaligus memberi ultimatum 50 hari kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyepakati perdamaian, atau menghadapi sanksi sekunder penuh dari Washington.
âKami telah mencapai kesepakatan hari ini. Kami akan mengirim senjata, dan mereka akan membayarnya. Kami memproduksi, mereka membayar. Negara-negara itu kaya,â ujar Trump kepada wartawan di Oval Office.
Trump dalam pembicaraan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Ruang Oval beberapa waktu lalu mengatakan âsangat tidak puasâ dengan Rusia dan kecewa dengan Presiden Vladimir Putin.
âSaya pikir kita akan mencapai kesepakatan dua bulan lalu, tetapi tampaknya tidak akan tercapai," kata Trump.
Berdasarkan itu, maka pihaknya akan menerapkan tarif sekunder. Jika kita tidak mencapai kesepakatan dalam 50 hari, caranya sangat mudah dan tarifnya akan 100 persen,â kata Trump kala itu.
âSaya ingin perang ini berakhir. Itu bukan perang saya. Saya mencoba mengeluarkan Anda dari perang ini,â katanya.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Putin Berterima Kasih kepada Trump, Upaya Damai Russia-Ukraina Masuk Babak Baru
-
Dukungan CAF untuk Infantino Belum Menjamin Kemenangan di Afrika
-
Ukraina akan Mampu Lancarkan Serangan Rudal Balistik Buatan Dalam Negeri ke Russia
-
Jepang Kembali Buang Air Limbah Nuklir Fukushima ke Laut
-
Panggung Bintang 3x3 Memanas! 8 Pemain Ini Siap Mengguncang FIBA 3x3 Lausanne 2026!
-
Drone Jet Russia Makin Canggih, Pertahanan Udara Ukraina Kewalahan Hadapi Serangan dari Langit
-
Baku Tembak Dua Badan Intelijen Ukraina: Tiga Luka, Zelenskyy Murka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.