Pentingnya Ketahanan Pangan di Tengah Gejolak Geopolitik
Rabu, 30 Jul 2025, 03:03 WIBLemhanas menilai mitigasi dengan memperkuat ketahanan pangan di tengah situasi gejolak geopolitik saat ini sangat fundamental. Ini menjadi momentum kemandirian untuk memperkokoh bangsa Indonesia.
JAKARTA - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) mengingatkan pentingnya memperkuat ketahanan pangan, yakni kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan penduduknya secara mandiri di tengah situasi geopolitik yang sedang bergejolak.
âSituasi geopolitik global yang dihadap oleh bangsa kita saat ini yang dinilai tidak baik-baik saja, harus kita mitigasi dengan bagaimana kita bisa memperkuat ketahanan nasional kita,â kata Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily saat membuka seminar di Jakarta, Selasa (29/7).
Menurut dia, berbagai konflik di banyak kawasan dunia mengharuskan semua pihak memiliki kewaspadaan nasional, termasuk terhadap potensi yang menimbulkan dampak terhadap ketahanan pangan.
Ia menyinggung gejolak akibat kebijakan tarif resiprokal Presiden Amerika Serikat Donald Trump, konflik Rusia-Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda bakal mereda, konflik di Timur Tengah dan Semenanjung Korea, hingga konflik Thailand-Kamboja baru-baru ini.
Bagi Lemhannas, memperkuat ketahanan pangan merupakan suatu keniscayaan sebagai bagian dari kebutuhan fundamental masyarakat yang harus dipenuhi oleh negara. Namun, di tengah kondisi geopolitik yang dinamis, aspek ketahanan pangan akan terpengaruh.
âSituasi geopolitik yang sangat dinamis itu pasti akan mempengaruhi terhadap ketersediaan rantai pasok global, terutama aspek pangan,â ujarnya.
Momentum untuk Mandiri
Kendati begitu, Ace menilai situasi politik dewasa ini juga dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan tanpa bergantung banyak dengan negara lain.
âIni momentum bagi bangsa kita untuk bagaimana kita memperkuat ketahanan pangan kita sehingga ketergantungan kita terhadap, misalnya, impor dari luar negeri terhadap kebutuhan pangan kita bisa disetop,â kata dia.
Dengan begitu, Ace optimistis apa pun kondisi geopolitik dunia, selagi memiliki ketahanan pangan yang mandiri dan kuat, Indonesia tetap akan kokoh sebagai bangsa.
Di sisi lain, Lemhannas melalui pendidikan selama sekitar lima bulan terakhir dalam Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N), mendorong isu membangun kemandirian bangsa dengan memperkuat ketahanan pangan.
Ace menjelaskan para calon pimpinan nasional yang sebagian besar adalah TNI dan Polri itu telah diberikan pengetahuan dan berbagai pandangan terkait ketahanan nasional, khususnya yang berhubungan dengan ketahanan pangan.
âKenapa kami mengambil tema ketahanan pangan? Karena isu ketahanan pangan merupakan isu yang sangat fundamental bagi ketahanan nasional kita,â tutur Ace.
Dalam kesempatan sama, Ace juga menyinggung mengenai pembelian 48 pesawat tempur KAAN dari pemerintah Turki yang merupakan bentuk upaya menjaga kedaulatan Republik Indonesia.
âPesawat yang dipesan atau dibeli dari negara-negara sahabat itu harus dilihat dari upaya kita untuk menjaga kedaulatan negara kita,â kata Ace.
Dia menjelaskan salah satu program prioritas cepat Presiden Prabowo Subianto ialah memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkokoh sistem pertahanan negara.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara resmi menandatangani kontrak pembelian 48 pesawat tempur KAAN dari pemerintah Turki.
Penandatanganan kontrak implementasi antara perwakilan pemerintah Indonesia dan Turki itu disaksikan langsung Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rangkaian pameran pertahanan internasional (IDEF) 2025 di Istanbul, Turki, Sabtu (26/7). Ant/S-2
- geopolitik
- Ketahanan Pangan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menteri PPN/Bappenas : PTPN I (Persero) Domain Ketahanan Pangan dan Energi
-
UI dan Kementerian PPPA Kawal Penanganan Kasus Pelecehan Mahasiswa FHUI
-
WFH Wajib Didukung Infrastruktur Teknologi Memadai Agar Pelayanan Publik Optimal
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
-
Konflik Global Mengancam Daya Beli, BPKN Desak Penguatan Perlindungan Konsumen dan Reformasi Regulasi
-
Pertemuan Dewan Pers dengan Menteri Hukum
-
Mentan Serukan agar Kampus Perkuat Hilirisasi Pertanian Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.