Prabowo Tegaskan Indonesia dan Singapura Jaga Stabilitas Kawasan serta Keamanan Selat Malaka

Senin, 06 Jul 2026, 16:20 WIB

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan stabilitas dan kemakmuran merupakan kepentingan bersama yang harus terus dijaga Indonesia dan Singapura melalui kerja sama yang berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara, termasuk dalam menjaga keamanan Selat Malaka sebagai salah satu jalur pelayaran internasional paling strategis.

"Sebagai tetangga dekat, Indonesia dan Singapura sudah menjadi mitra dekat. Kita punya kepentingan bersama karena kita berada di kawasan yang sama sehingga stabilitas dan kemakmuran menjadi kepentingan kita bersama," kata Prabowo saat menyampaikan pernyataan pers bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7).

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong (kiri) saat kunjungan resmi untuk menghadiri Leaders Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7). — Sumber: Antara

Prabowo menegaskan kemakmuran hanya dapat terwujud apabila didukung fondasi perdamaian dan stabilitas yang kuat. Karena itu, kedua negara berkomitmen menjaga hubungan bilateral sekaligus memperkuat stabilitas kawasan demi kepentingan bersama.

"Sikap Indonesia dan sikap saya pribadi, dan sejak dulu, saya kira sudah saya buktikan selama beberapa puluh tahun. Secara pribadi komitmen saya, keyakinan saya bahwa Singapura dan Indonesia harus menjadi mitra yang baik, kerja sama yang baik," ujarnya.

Menurut Prabowo, kemitraan strategis Indonesia dan Singapura tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi global dan keamanan kawasan Asia Tenggara. Pertemuan Leaders' Retreat 2026 juga menjadi momentum penting menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura pada 2027.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan Indonesia dan Singapura sepakat menjaga Selat Malaka agar tetap menjadi jalur pelayaran yang aman, terbuka, dan bebas dilalui seluruh negara.

"Indonesia dan Singapura adalah negara yang langsung berbatasan di Selat Malaka, kita berkepentingan untuk menjaga Selat Malaka sebagai lintasan yang bebas untuk semua pihak," katanya.

Ia menjelaskan kedua negara akan terus bekerja sama menjaga keamanan Selat Malaka dari ancaman kecelakaan, pencemaran, perompakan, hingga pembajakan. Indonesia juga akan memperkuat koordinasi dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand sesuai ketentuan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982 agar jalur pelayaran tersebut tetap aman dan terbuka bagi semua pihak.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.