Kementan: Peran Penyuluh Penting Dongkrak Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Rabu, 30 Jul 2025, 04:30 WIB

Tabalong, Kalsel - Kementerian Pertanian (Kementan) RI menyatakan tenaga penyuluh pertanian mampu mengubah pola pikir petani dalam meningkatkan indeks penanaman guna menggenjot produksi padi di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementan RI Mulyono mengingatkan penyuluh pertanian harus menyampaikan hal positif terkait budidaya padi yang dapat menguntungkan bagi petani dan perekonomian daerah.

Ket. Foto: Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI Mulyono dan Bupati Tabalong M Noor Rifani menghadiri temu teknis penyuluh pertanian se-Kabupaten Tabalong di Hikun Agri Park Tanjung, Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (29/7). — Sumber: Antara

"Kita akan mengupayakan satu desa satu tenaga penyuluh pertanian secara bertahap sehingga sektor pertanian di Tabalong juga berkembang," kata Mulyono pada acara temu teknis penyuluh pertanian se-Kabupaten Tabalong di Hikun Agri Park Tanjung, Tabalong, Selasa (29/7).

Sebagai Penanggungjawab Swasembada Pangan Kalsel, Mulyono mengakui masih banyak petani lokal yang hidup di bawah garis kemiskinan karena hanya tanam padi satu kali selama setahun.

Sementara itu, Bupati Tabalong Muhammad Noor Rifani menyatakan berkomitmen untuk meningkatkan indeks pertanaman melalui normalisasi sungai dan irigasi di wilayah pertanian.

"Pemerintah daerah akan membantu peralatan berupa normalisasi sungai dan irigasi agar indeks penanaman meningkat," ucapnya. 

Selain itu, beras produksi petani lokal akan dibeli pemerintah daerah melalui program Bela Tani dan perusahaan daerah sehingga harga bisa stabil.

Menurut Rifani, penyuluh pertanian merupakan garda terdepan bagi pembangunan sektor pertanian, karena berperan sebagai aktor strategis yang langsung terjun ke lapangan, mendampingi petani, memberi arahan, membimbing, dan memastikan program pertanian berjalan sebagaimana mestinya.

"Tanpa dukungan dan kerja keras para penyuluh, mustahil program swasembada pangan dapat tercapai secara optimal," tuturnya.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Perikanan Tanaman Pangan, Hortikultura (DKPPTPH) Kabupaten Tabalong Rahman Effansyah menambahkan saat ini tercatat sebanyak 75 tenaga penyuluh dengan rincian satu penyuluh bisa bertugas untuk tiga desa.

"Dari total 131 desa/kelurahan, Kabupaten Tabalong kekurangan tenaga penyuluh sekitar 69 orang," ujar Erfan.

Namun, di Kecamatan Tanjung dan Murung Pudak ada sebanyak lima desa belum ada tenaga penyuluh pertanian, yakni Desa Kasiau, Desa Kasiau Raya, Desa Kitang, Desa Garunggung dan Desa Mahe Seberang.

  • Penyuluh pertanian

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.