Gelaran Edukasi Reproduksi bagi Remaja untuk Cegah Stunting

Rabu, 30 Jul 2025, 23:15 WIB

 Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten mengelar edukasi kesehatan reproduksi bagi kalangan remaja putri guna mencegah prevalensi stunting untuk mempersiapkan Generasi Emas 2045.

"Kita sangat penting menyampaikan edukasi kesehatan reproduksi bagi kalangan remaja putri untuk mencegah stunting," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Lebak Tuti Nurasiah di Lebak, Rabu.

Ket. Foto: Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Lebak, Tuti Nurasiah. — Sumber: Antara

Pelaksanaan edukasi kesehatan reproduksi itu rutin setiap pekan di sekolah maupun lingkungan masyarakat agar tidak terjadi pernikahan dini dan pergaulan seks bebas yang berpotensi menimbulkan penyakit menular.

Ia mengatakan pentingnya remaja putri jangan sampai hamil duluan atau pernikahan anak karena organ produksi belum sehat.

Kasus kematian anak dan ibu ketika menjalani persalinan, katanya, karena terjadi pernikahan dini dan hamil di luar nikah.

Ia mengatakan pernikahan usia dini dapat menimbulkan permasalahan sosial dan menghambat tujuan pembangunan yang berkelanjutan.

Bahkan, katanya, pernikahan dini menyumbangkan prevalensi stunting cukup menonjol, termasuk kasus kematian ibu dan anak, lantaran rahim mereka masih rentan.

Selain itu, kata dia, pernikahan dini karena kebanyakan mereka belum memiliki pekerjaan tetap, sehingga berdampak terhadap kesulitan ekonomi dan ketersediaan pangan keluarga.

"Jika kesulitan ekonomi maka asupan gizi juga terjadi kekurangan dan dipastikan akan melahirkan anak stunting," katanya.

Pihaknya memberikan penyampaian kesehatan reproduksi di tingkat SMP secara rutin ke sekolah, sekaligus pemberian tablet tambah darah (TTD).

Dia mengharapkan pemahaman edukasi kesehatan reproduksi membuat para remaja dapat mengembangkan sikap yang sehat dan bertanggung jawab terhadap tubuh mereka sendiri.

Selain itu, kalangan remaja harus memahami pentingnya asupan gizi seimbang dan melakukan olahraga atau aktivitas fisik.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan kalangan remaja putri dengan status gizi baik memainkan peran penting mencegah stunting pada masa mendatang ketika menjadi calon ibu.

Investasi kesehatan remaja memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan generasi mendatang dan menentukan stunting atau tidak.

Remaja putri perlu mengonsumsi zat besi yang cukup, sebab jika kekurangan gizi pada masa remaja dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, termasuk anemia.

Pencegahan stunting, kata dia, dimulai dari remaja putri dengan mengonsumsi zat besi sehingga dapat menyelamatkan anak dari pendarahan ketika menjalani persalinan.

"Kita meyakini jika remaja mengonsumsi zat besi dapat mencegah anak stunting," katanya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Pemprov Jabar Bersama TNI-Polri dan Masyarakat Bertekad Perkuat Komitmen Keamanan

BMKG Catat 235 Gempa Susulan di Flores

Penumpang Rasakan Mobilitas Bandung-Bali Makin Praktis Berkat Reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara 

UOB Perkuat Segmen Nasabah Premium dengan Peningkatan Manfaat Kartu Visa

Maskapai Garuda Indonesia Kembali Layani Penerbangan dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung

DPRD Kota Bandung: Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Hadapi Berbagai Tantangan

Sungguh Mengenaskan Kabar Duka Ini! Hingga Sabtu Sore, 38 Orang Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT

Terus Bertambah! Gempa Dahsyat Flores akibatkan 33 Orang Meninggal

Warga Prancis Dievakuasi dari Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter bakal Dibentangkan di Gunung Dempo

Ratusan Pendaki Bakal Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Tim SAR Evakuasi Tiga Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa NTT

HUT RI, Masuk Ancol Gratis Tanggal 17 Agustus 2026, Buruan Reservasi, Kuota Terbatas!

Penumpang KM Bukit Siguntang Ditemukan Tewas di Perairan Balikpapan

Kodam Udayana Bantu Evakuasi Warga NTT Terdampak Gempa M7,7

Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel

Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores

BTS Makin Populer di Amerika, Capai Rekor Tertinggi 46% Menurut Survei

PU Kerahkan Alat Berat, Pastikan Akses Jalan NTT Tetap Terbuka Pasca Gempa 7,7 Magnitudo

Apresiasi Puan soal RUU Perampasan Aset, Hardjuno: Partisipasi Publik Perkuat Legitimasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.