Ekonomi Dipacu Jelang Akhir Tahun: Pemerintah Suntik Daya Beli Lagi

Rabu, 30 Jul 2025, 00:00 WIB

JAKARTA – Kinerja perekonomian di dalam negeri terus dipacu di tengah risiko pelambatan pertumbuhan ekonomi akibat melemahnya daya beli masyarakat dan dampak gejolak global. Untuk itu, pemerintah kembali menyiapkan paket stimulus ekonomi di akhir tahun setelah kebijakan tersebut sebelumnya tak terlalu berdampak besar bagi pertumbuhan ekonomi pada semester pertama tahun ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku tengah mempersiapkan stimulus untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, setelah menggelontorkan paket stimulus ekonomi triwulan II-2025. “Stimulus untuk menjelang nataru sedang kami rumuskan bersama dengan Menko Perekonomian dan menteri-menteri terkait,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dikutip di Jakarta, Selasa (29/7).

Ket. Foto: Pedagang menakar cabai rawit jualannya di Pasar Mandongan Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (29/7). Menurut pedagang, harga cabai rawit di wilayah itu mengalami penurunan 50 persen. — Sumber: ANTARA/ANDRY DENISAH

Tahun ini, pemerintah telah dua kali mengucurkan paket stimulus ekonomi. Paket stimulus yang pertama disalurkan pada Januari dan Februari 2025 dengan total anggaran sebesar 33 triliun rupiah.

Stimulus yang diberikan berupa diskon listrik; PPN DTP untuk pembelian rumah; insentif Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP); perpanjangan PPh final 0,5 persen untuk UMKM; PPh 21 DTP, bantuan pembiayaan, dan bantuan iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) untuk industri padat karya; serta insentif untuk kendaraan listrik.

Sedangkan pada triwulan II, nilai alokasi stimulus mencapai 24,4 triliun rupiah, sebesar 23,6 triliun rupiah berasal dari APBN sementara 900 miliar rupiah berasal dari non-APBN.

Stimulus pertama pada periode ini yaitu diskon transportasi yang meliputi PPN DTP 6 persen untuk tiket pesawat kelas ekonomi, diskon 30 persen tiket kereta api, dan diskon 50 persen tiket angkutan laut.

Penebalan Bansos

Kemudian, penebalan bantuan sosial (bansos) lewat Kartu Sembako dan bantuan pangan 10 kilogram (kg) beras; stimulus Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 600 ribu rupiah untuk 17 juta pekerja dan 565 guru; diskon tarif tol, serta perpanjangan diskon iuran JKK bagi perusahaan industri padat karya tertentu.

Paket stimulus ekonomi triwulan II digelontorkan untuk Juni dan Juli 2025. Sedangkan realisasi per Juni 2025 telah mencapai 13,6 triliun rupiah.

“Stimulus yang kedua, Juli masih ada beberapa hari. Jadi, kami nanti akan mengevaluasi,” tuturnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.