Selat Hormuz Terus Diblokir, Sinyal Bahaya Stagnasi Ekonomi Intai Inggris

Kamis, 13 Agu 2026, 16:47 WIB

MOSKOW - Pertumbuhan ekonomi Inggris pada 2027 berpotensi hanya mencapai 0,3 persen dari PDB jika Selat Hormuz tetap tertutup bagi jalur pelayaran hingga akhir 2026, demikian dilaporkan Bloomberg berdasarkan simulasi pemodelan internal Kementerian Keuangan Inggris (HMT).

Dalam skenario terburuk kementerian tersebut - di mana Amerika Serikat dan Iran gagal mencapai kesepakatan damai sehingga Selat Hormuz ditutup total hingga akhir 2026 - pertumbuhan PDB Inggris pada 2026 diproyeksikan tertahan di angka 0,9 persen, lebih rendah dari perkiraan Maret sebesar 1,1 persen.

Ket. Foto: — Sumber: AFP

Laporan yang dirilis pada Rabu itu menambahkan bahwa dalam skenario tersebut, inflasi konsumen di Inggris diperkirakan melonjak dan mencapai puncaknya pada kuartal pertama 2027 di level 4,3 persen, yang akan semakin menekan biaya hidup masyarakat.

Pada awal Agustus, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembatalan serangan terhadap Iran menyusul menguatnya prospek kesepakatan damai, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz serta pembatasan program nuklir.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pihaknya bersama Oman telah menyepakati rincian geografis terkait jalur navigasi kapal yang akan melintasi selat strategis tersebut. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.