RI Harus Antisipasi Penurunan Daya Saing Ekspor Akibat Tekanan Tarif

Selasa, 29 Jul 2025, 19:50 WIB

JAKARTA-Pengamat Kebijakan Publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi mengatakan, Pemerintah perlu mengantisipasi penurunan daya saing ekspor RI di tengah pengenaan tarif 19 persen oleh Amerika Serikat (AS). 

Dia menyebut ada sejumlah potensi dampak dari tarif tersebut seperti penurunan daya saing ekspor akibat kalah bersaing dengan negara negara lain yang memiliki perjanjian khusus dengan AS, seperti Kanada dan Vietnan.

Ket. Foto: Pengamat Kebijakan Publik Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Badiul Hadi (tengah) — Sumber: istimewa

Dampak lainnya, penurunan neraca perdagangan karena turunnya volume ekspor Indonesia ke AS. Potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) dan peningkatan angka pengangguran terutama ke sektor sektor industri padat karya yang selama ini menjadi komoditas utama ekspor ke AS, seperi tekstil, furnitur, dan alas kaki.

"Potensi penurunan ekspor Indonesia ke AS dengan penerapan tarif 19 persen sekitar 10-20 persen. Jika nilai ekspor tahun 2024 sebesar 26.3 miliar dollar AS maka penurunannya antara 2,7 - 5,25 miliar dollar AS,"sebut Badiul Selasa (29/7).

Karena itu menurutnya, Pemerintah perlu mendorong investasi untuk memperkuat struktur industri dalam negeri agar bernilai tambah tinggi dan tak hanya bergantung pada pasar eksternal, memberikan insentif bagi industri terdampak agar tetap mampu bersaing, dan Kementerian Perdagangan dan Luar Negeri kembali menegosiasikan kesepakatan tarif atau free trade agreement (FTA) bilateral.

Pemerintah juga ujarnya harus membaca potensi relokasi industri oleh perusahaan perusahaan yang bergantung pada AS. Meskipun Indonesia dikenai tarif, namun berpotensi menjadi lokasi tujuan relokasi industri industri dari Tiongkok karena tarif Indonesia lebih rendah dibanding Tiongkok ke AS.

Dia menegaskan, jika benar pemerintah telah memperhitungkan, artinya pemerintah memiliki kesiapsiagaan fiskal (antisiapsi penurunan ekspor dan perlambatan pertumbuhan sektor industri padat karya), konsolidasi lintas sektor, dan fleksibilitas kebijakan fiskal.

Sudah Siap

Adapun Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2026 telah memperhitungkan pengenaan tarif 19 persen untuk impor dari Indonesia ke Amerika Serikat (AS). 

“Sudah (memperhitungkan), sudah pasti. Jadi, kami memang ketika membahas, termasuk pembahasan di DPR, tentunya sangat melihat perkembangan yang terjadi secara global maupun domestik,” kata Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Febrio memastikan pemerintah terus memperhitungkan berbagai faktor yang berpotensi berdampak signifikan terhadap perekonomian.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.