Sensasi Terbang di Rejang Lebong, Paralayang Jadi Magnet Wisata Baru!

Minggu, 27 Jul 2025, 23:30 WIB

REJANG LEBONG – Paralayang menawarkan sensasi terbang bebas dengan pemandangan alam yang luar biasa, memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi para wisatawan.

Lokasi paralayang seringkali berada di daerah dengan pemandangan alam yang indah, seperti pegunungan, perbukitan, atau pantai, yang menjadi daya tarik tersendiri.

Ket. Foto: Warga Rejang Lebong nampak antusias menyaksikan atraksi paralayang di kawasan wisata Vila Diklat Danau Mas Harun Bastari (DMHB) Rejang Lebong dengan latar Gunung Api Bukit Kaba, Selasa, (22/7/2025). — Sumber: ANTARA/ Nur Muhammad

Potensi paralayang sebagai daya tarik wisata dapat menarik minat wisatawan dari berbagai kalangan, baik lokal maupun mancanegara.

Pengembangan pariwisata paralayang dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan dari akomodasi, makanan, dan oleh-oleh.

Tokoh pelopor paralayang Indonesia Gendon Subandono menyatakan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dapat menjadikan olahraga paralayang sebagai daya tarik wisata yang ada di wilayah itu.

"Paralayang itu daya tarik di sebuah lokasi. Kalau di pariwisata itu ada tiga A yakni Amenitas, Akses dan Atraksi. Nah paralayang ini merupakan sebuah atraksi yang sangat menarik untuk dikembangkan di dunia pariwisata Rejang Lebong," kata dia saat berada di Rejang Lebong, Minggu (27/7).

Dia menjelaskan, di Provinsi Bengkulu daerah yang akan mengembangkan paralayang ini ialah Kabupaten Rejang Lebong yang berlokasi di kawasan Vila Diklat Danau Mas Harun Bastari (DMHB), dengan ketinggian take off sekitar 100 meter.

"Pemkab Rejang Lebong sedang mempersiapkan lokasi ini menjadi destinasi wisata baru. Jadi kalau ini sudah bisa dipakai untuk paralayang, nantinya daerah ini akan semakin dikenal dan orang akan banyak datang untuk melihatnya, mencobanya dan kemudian akan menjadi sebuah wisata yang menarik," terangnya.

Potensi pengembangan olahraga paralayang di Kabupaten Rejang Lebong ini, kata dia, sudah dilakukan uji coba penerbangan selama dua hari pada 22-23 Juli 2025 kemarin, di mana pihaknya membawa tiga orang pilot paralayang yang sukses mengudara dari Vila Diklat DMHB Rejang Lebong.

Menurut dia, untuk lokasi penerbangan di Vila Diklat DMHB jika akan dijadikan sebuah destinasi harus disiapkan lokasi lepas landas atau take off yang sempurna dan lokasi pendaratan (landing).

"Penyiapan akses ini sudah kami bicarakan dengan pak Bupati Rejang Lebong dan akan dipersiapkan secepatnya sebelum dilakukan launching pada 17 Agustus 2025 mendatang," tambah dia lagi.

Sebelumnya, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri menyatakan akan mempersiapkan sarana dan prasarana olahraga paralayang di Vila Diklat DMHB Rejang Lebong dan diharapkan bisa menjadi destinasi wisata yang menarik di daerah itu.

"Mohon doanya ini akan menjadi bisa destinasi wisata baru, kalau ini pemain paralayangnya ramai maka suasananya akan lebih asyik lagi. Insya Allah ini akan kita launching pada 17 Agustus 2025 mendatang," kata Muhammad Fikri.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.