Sekolah Rakyat Mulai Terima Calon Siswa Baru

Minggu, 04 Mei 2025, 13:21 WIB

TEMANGGUNG - Sekolah Rakyat Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menerima sebanyak 129 calon siswa sampai 30 April.

Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung Dewi Suhartini di Temanggung, Minggu, menyampaikan ada 100 anak yang diterima nantinya, sedangkan 29 anak lainnya akan tereliminasi.

Ket. Foto: sekolah — Sumber: ist

"Awalnya kita berencana menerima 50 orang, tetapi Bapak Presiden menginginkan dua kali lipat jadi 100 orang tahun ini yang bisa masuk Sekolah Rakyat," katanya menjelaskan.

Menurut dia, Sentra Terpadu Kartini telah menyiapkan ruang kelas untuk anak-anak calon siswa, kemudian ada tempat asramanya. "Sudah kita lihat sama-sama itu cukup untuk 100 orang siswa," katanya.

Ia menuturkan, Sentra Kartini juga mempunyai fasilitas olahraga lengkap berupa lapangan tenis yang bisa digunakan serba guna, lapangan futsal, area tempat upacara, kemudian juga ruang makan putra dan putri, serta tempat cuci.

Kemudian fasilitas untuk sekolah  berupa laboratorium IPA, perpustakaan, ruang komputer, ruang bahasa disiapkan, ruang ekstrakurikuler  terutama karena mempunyai banyak sekali tempat pelatihan operasional.

"Di sini nanti kita akan melibatkan semua calon siswa supaya melakukan kegiatan sesuai dengan minat. Dan sekarang ini masih proses seleksi calon, terutama kesehatan," katanya.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan penerimaan siswa Sekolah Rakyat harus diperketat, jangan sampai ada korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Ia mengatakan, dalam pengecekan tersebut melibatkan pendamping PKH, RT/RW, kepala desa/lurah, kemudian juga ada kepala sentra, ya kan, dan juga Badan Pusat Statistik (BPS).

"Jadi intinya memang kita tidak ingin ada KKN, ada karena kedekatan, tapi ini karena memang betul-betul data, wartawan juga saya minta ikut mengawasi. Jadi kalau ada tidak layak kok masuk, itu mohon kita diberi informasi," katanya usai sosialisasi di Temanggung.

Menurut Mensos, masyarakat juga perlu ikut memeriksa dan memastikan bahwa yang di Sekolah Rakyat ini memang benar-benar yang masuk di dalam kriteria miskin dan miskin ekstrem.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.