Pemprov DKI Pastikan Penghunian Kampung Bayam Sesuai Aspek Legal dan Masuk Tahap Akhir

Minggu, 27 Jul 2025, 14:15 WIB

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa seluruh proses penghunian Kampung Bayam, Jakarta Utara, telah memenuhi unsur legalitas. Pernyataan ini dikeluarkan untuk merespons berbagai pemberitaan terkait belum ditempatinya Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) Jakarta International Stadium (JIS) oleh Kelompok Tani Kampung Bayam.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah, menjelaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut dengan mengedepankan tata kelola yang baik. Ia menegaskan bahwa setiap tahapan telah dilakukan secara bertahap mulai dari seremonial penyerahan kunci, penyiapan administrasi pemanfaatan lahan, hingga penyusunan kontrak hunian.

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

“Pemprov DKI Jakarta berkomitmen menyelesaikan masalah hunian Kelompok Tani Kampung Bayam sesuai dengan tata kelola pemerintahan dan alas hukum yang berlaku,” ujar Afan di Jakarta, Minggu (27/7).

Ia juga menambahkan bahwa proses tersebut diawasi langsung oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Pendampingan hukum dilakukan agar seluruh tahapan penghunian berlangsung sesuai aturan dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.

Selama masa persiapan kontrak hunian, Kelompok Tani Kampung Bayam telah diberikan pelatihan dan difasilitasi dalam pembangunan urban farming di area JIS. Pelatihan tersebut dibiayai oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menjadi pelaksana teknis di lapangan.

Menurut Afan, seluruh biaya operasional yang berkaitan dengan pelaksanaan program urban farming dan kebutuhan dasar kelompok tani tersebut ditanggung oleh PT Jakpro. Termasuk di dalamnya adalah biaya pelatihan, operasional harian, dan pembayaran listrik di hunian sementara.

“Setiap bulan, PT Jakpro membayar tagihan listrik hunian sementara sebesar Rp68 juta agar Kelompok Tani Kampung Bayam dapat hidup layak,” ucap Afan.

Selain itu, PT Jakpro juga memberikan insentif kepada anggota kelompok tani yang terlibat dalam pelatihan urban farming. Upaya ini dilakukan agar para kepala keluarga tetap memiliki penghasilan selama masa transisi ke hunian tetap.

Afan menambahkan bahwa total biaya yang telah dikeluarkan PT Jakpro untuk mendukung operasional Kelompok Tani Kampung Bayam sejak awal program mencapai Rp854 juta. Jumlah ini mencakup semua komponen pengeluaran selama masa pelatihan dan penyediaan fasilitas dasar.

Proses penghunian HPPO JIS kini sudah berada di tahap akhir dan dijadwalkan berlangsung pada 28 hingga 29 Juli 2025. Pada tanggal tersebut, para anggota Kelompok Tani Kampung Bayam akan menandatangani kontrak hunian dengan PT Jakpro sebagai bagian dari proses resmi.

“Kami berharap, seluruh prosesnya bisa diikuti dengan baik. Dengan demikian, proses penghunian pun berlandaskan aspek legal,” tutup Afan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.