Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tidak Mudah Menangani Intoleransi di Jabar

8 Jumat, 25 Jul 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tidak Mudah Menangani Intoleransi di Jabar Tidak Mudah Menangani Intoleransi di Jabar Doc: ANTARA/NOVRIAN ARBI
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

Sejak resmi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025, Kang Dedi Mulyadi langsung tancap gas. Ia tidak menunggu waktu lama untuk merumuskan sejumlah kebijakan strategis yang menyasar kebutuhan utama masyarakat Jawa Barat.

Dalam tempo cepat, dia menggulirkan berbagai inisiatif penting. Salah satunya adalah efisiensi anggaran hingga mencapai 6 triliun. Ini kemudian dialihkan ke sektor-sektor prioritas seperti pendidikan, pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan listrik, hingga program sosial yang menyentuh langsung kepentingan rakyat.

Mendalami visi dan arah kebijakan yang diusung Kang Dedi selama masa kepemimpinannya, wartawan Koran Jakarta, Paundra Zakirulloh, berkesempatan melakukan wawancara dalam beberapa kesempatan. Berikut petikannya.

Bisa dijelaskan terkait kebijakan terbaru soal alih fungsi lahan?

Saya sudah menandatangani Peraturan Gubernur yang secara tegas melarang alih fungsi lahan di seluruh wilayah Jawa Barat. Larangan ini mencakup areal hutan, perkebunan, persawahan, danau, sampai sungai. Semuanya dilarang dialihfungsikan. Ini penting dilakukan karena banyak alih lahan menjadi sumber kerusakan dan banjir.

Alasan utama dikeluarkannya Pergub?

Utamanya seperti tadi untuk mencegah banjir dan menjaga swasembada pangan. Sekali lagi alih fungsi lahan lebih banyak mudaratnya. Kita ini sering menghadapi bencana banjir, dan akar masalahnya banyak berasal dari rusaknya fungsi alam akibat alih fungsi lahan.

Apa kaitannya dengan produktivitas pangan?

Sangat berkaitan. Sungai pada akhirnya bermuara ke lahan pertanian. Jika sungai rusak, pertanian terganggu. Kalau pertanian terganggu, produktivitas beras turun. Jadi kita harus kembalikan fungsi sungai, danau, rawa, dan lainnya ke fungsi asalnya.

Bagaimana dengan pihak-pihak yang sudah melakukan alih fungsi?

Saya minta BPK Perwakilan Jawa Barat untuk melakukan audit menyeluruh. Tidak hanya kepada pihak swasta, tapi juga lembaga negara seperti Perhutani, PTPN, dan lainnya. Semuanya harus diaudit.

Mengenai larangan wisuda atau seremonial di sekolah. Kenapa membuat kebijakan tersebut?

Masalah utamanya karena saya sedang menurunkan angka pinjaman online. Jawa Barat itu peringkat tertinggi kasus pinjol. Salah satu konsumennya itu orang tua yang meminjam demi kegiatan anak-anaknya, seperti wisuda, studi tur, dan perpisahan. Jangan sampai orang terjerat pinjaman ojol hanya untuk kegiatan yang sebenarnya tidak primer.

Jadi, kegiatan sekolah justru jadi beban ekonomi keluarga?

Iya. Banyak orang tua yang akhirnya ambil pinjol hanya untuk beli baju wisuda atau ikut studi tur. Ini bukan kebutuhan esensial dalam proses belajar. Banyak dari mereka tidak mampu, tapi dipaksa ikut tren itu.

Seberapa besar dampak pinjol di Jawa Barat?

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Mengejutkan! Moldova Disebu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

Mengagetkan Fakta Ini, Hampir 30 Persen Penduduk Kanada Alami Kesulitan Keuangan Rumah Tangga

08 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.