Indonesia Harus Perkuat Pangan dengan Teknologi Canggih
Jumat, 25 Jul 2025, 01:00 WIBJakarta â Indonesia harus secara serius memperkuat ketahanan pangannya melalui adopsi teknologi canggih. Ini bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan demi menghadapi tantangan produksi pangan di masa depan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, sensor cuaca dan sistem irigasi otomatis dapat mendukung terwujudnya ketahanan pangan.
"Memang kita mengatakan teknologi itu mahal, tapi sebetulnya tidak. Karena teknologi itu adalah investasi," kata Zulhas di Jakarta, Kamis (24/7).
Seperti dikutip dari Antara, menurut Zulkifli yang akrab disapa Zulhas itu, penggunaan teknologi modern merupakan sebuah investasi untuk jangka panjang, yang nantinya dapat mendukung program prioritas swasembada pangan.
Ia mencontohkan, Tiongkok secara masif telah menggunakan teknologi modern untuk membangun sistem cadangan pangan nasional, seperti memperluas lahan pertanian dengan smart farming atau sistem pertanian yang mengintegrasikan teknologi digital dan otomatisasi.
Selain itu, Tiongkok juga telah lebih dulu memanfaatkan kecerdasan buatan untuk memprediksi cuaca, dan olah tanah.
Dengan bantuan teknologi, hasil panen jadi lebih banyak. Contohnya di Tiongkok, penggunaan teknologi tanam bisa menghasilkan 10 ton padi per hektare (ha), sementara tanpa teknologi hanya sekitar 5 ton.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Brasil dalam memproduksi gula. Negara tersebut menggunakan teknologi untuk pembibitan, sehingga mampu panen hingga 7-10 tahun.
"Sekali lagi karena teknologi," ujar dia.Â
Zulhas mengatakan Indonesia sedang berupaya untuk lepas dari ketergantungan impor pangan. Oleh karena itu, secara bertahap pertanian di Indonesia mulai menggunakan teknologi seperti penggunaan drone untuk pupuk dan combine harvester untuk menanam padi.
"Memang masih jauh, tapi kita juga mulai mengembangkan 'smart green house', yang dapat mengatur suhu, kelembaban, penyiraman otomatis," kata Zulhas.
Pengembangan Intensif
Secara terpisah, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut, Jambi menjadi proyek percobaan pengembangan tanaman gandum perdana di Indonesia.
 "Saat ini tanaman gandum akan menjadi fokus selanjutnya untuk swasembada pangan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo," kata Mentan Andi Amran Sulaiman di Kota Sungai Penuh, Jambi, Kamis.
Mentan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jambi pada 23 dan 24 Juli 2025, dalam rangka program penanaman padi di Kabupaten Kerinci.
Mentan mengatakan, Kementan saat ini memprioritaskan pengembangan tanaman gandum sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kementan mengidentifikasi gandum sebagai komoditas strategis yang memerlukan pengembangan intensif. Untuk mendukung rencana ini, kementerian telah mengirim delegasi ke Yordania dan Brasil untuk melakukan studi agro-iklim.
Selain itu, Kementan juga membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi, industri, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), untuk mendukung penelitian dan pengembangan tanaman gandum.
Menurut Amran, Kabupaten Kerinci merupakan daerah yang berpotensi untuk pengembangan tanaman gandum karena memiliki ketinggian lebih 800 mdpl.
"Dengan mempertimbangkan ketinggian wilayah yang mencapai lebih dari 800 meter di atas permukaan laut, terdapat potensi yang signifikan untuk pengembangan budidaya gandum," katanya.
Uji coba ini direncanakan seluas 200 hektare di Jambi, kemudian akan dilanjutkan dengan uji coba seluas 200 hektare di Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Riau.
Amran mempertimbangkan untuk mengimpor bibit dari Brasil, yang telah dilakukan sebelumnya. Dia berharap produksi dapat mencapai 20 ton, dan generasi mendatang dapat melanjutkan upaya itu.
âMenarik, diharapkan hal ini dapat menjadi legacy sejarah Indonesia, bukan hanya sejarah Jambi, melainkan sejarah Indonesia yang dipelopori oleh Jambi,â harapnya.
- Ketahanan Pangan
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Menteri PPN/Bappenas : PTPN I (Persero) Domain Ketahanan Pangan dan Energi
-
Bengkulu Gelar Razia Kos dan Hotel Antisipasi Prostitusi Saat Ramadhan
-
Kekayaan Nilai dan Budaya dalam Tradisi Gelaran Imlek Nusantara
-
Solidaritas dari Tangerang, Masjid Al-Mubarokah Lumajang Bangkit Pasca Lahar Semeru
-
Lillard Samai Rekor Kontes Tripoin NBA
-
Konflik Global Mengancam Daya Beli, BPKN Desak Penguatan Perlindungan Konsumen dan Reformasi Regulasi
-
Alarm Sistem Berbunyi, Jepang Hentikan Pengoperasian PLTN Terbesar di Dunia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.