UGM dan Pemprov Papua Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Papua

Kamis, 24 Jul 2025, 16:30 WIB

Jayapura – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pemerintah Provinsi Papua sepakat memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan guna meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Papua. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Rektor UGM Prof. Ova Emilia dan Penjabat Gubernur Papua Agus Fatoni di Rumah Dinas Gubernur Papua, Kota Jayapura, Rabu (23/7).

Rektor UGM menegaskan komitmen universitas untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi generasi muda dan aparatur pemerintah Papua. “Pemerintah bisa mengirim talenta terbaik Papua untuk belajar di kampus UGM,” ujar Ova.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. UGM

Menurutnya, terdapat sejumlah program yang dapat dimanfaatkan, termasuk jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). “Ada skema afirmasi, berbeda dari jalur umum, dan secara khusus ditujukan untuk daerah 3T,” jelasnya.

Setiap tahun, UGM membuka jalur afirmasi sebagai bentuk komitmen pemerataan akses pendidikan tinggi. “Tahun ini pun sudah berjalan. Ke depan, kami berharap akan lebih banyak mahasiswa dari Papua yang bisa kami terima, dan kami sangat terbuka jika Kagama ingin turut menjembatani,” ujar Ova.

Selain membahas pendidikan, Rektor UGM juga menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Papua dan pemerintah kabupaten yang telah mendukung program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) UGM di Papua. Ia menuturkan, tim mahasiswa UGM yang diterjunkan di Kampung Bambar, Doyo Lama, dan Doyo Baru diterima dengan hangat oleh masyarakat.

“Kami berharap pelaksanaan KKN bisa dikolaborasikan dengan universitas lokal, sehingga ada pertukaran pengetahuan dan keterampilan serta memperkuat semangat persaudaraan,” katanya.

Penjabat Gubernur Papua Agus Fatoni turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi UGM dalam mendukung pembangunan SDM Papua melalui program KKN. Ia menilai kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat memberikan dampak positif dalam hal edukasi dan pemberdayaan.

“Kehadiran mahasiswa KKN memberikan pengetahuan dan edukasi yang sangat bermanfaat. Mereka datang langsung, mengenal Papua, dan memahami Indonesia dari Papua,” ucap Agus.

Menurutnya, membangun pemahaman terhadap Papua tidak cukup hanya melalui diskusi atau retorika. “Harus dengan aksi nyata. Jika tidak datang langsung ke Papua, orang tidak akan mengenal Papua secara utuh,” tegasnya.

Agus juga menyinggung tantangan besar dalam pembangunan di Papua, meskipun daerah tersebut telah memperoleh status otonomi khusus. “Membangun ekonomi dan SDM Papua membutuhkan usaha keras karena tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur, terutama sarana dan prasarana pendidikan yang harus jadi perhatian bersama,” tutupnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.