Kabel Udara di Jalan Lio Baru Tangerang Mulai Ditanam ke Tanah

Kamis, 24 Jul 2025, 19:29 WIB

TANGERANG - Kabel udara sepanjang 850 meter di Jalan Lio Baru Batuceper Kota Tangerang, Banten diturunkan dan ditanam ke tanah melalui sistem subducting utilitas bersama sebagai upaya penataan kabel semrawut oleh pemerintah kota.

"Nantinya, total panjang penataan kabel di Jalan Lio Baru mencapai dua kilometer dan akan terus dilanjutkan ke ruas-ruas jalan lainnya seperti Jalan Sitanala dan titik strategis lainnya di Kota Tangerang," kata Wali Kota Tangerang Sachrudin di Tangerang Kamis (24/7).

Ket. Foto: Wali Kota Sachrudin potong kabel di jalan lio baru batuceper, Kamis, untuk kemudian di masukan ke dalam tanah agar rapih. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang.

Wali Kota Sachrudin mengatakan penataan kabel ini melibatkan 13 provider jaringan telekomunikasi dan telah dikoordinasikan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan hari ini.

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, katanya, terus berkomitmen meningkatkan estetika dan keamanan kota melalui penataan kabel udara dengan sistem ducting bawah tanah yakni memindahkan kabel utilitas dari udara ke dalam tanah.

“Relokasi kabel ini bukan hanya soal estetika, tapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Banyak kabel menjuntai rendah bahkan menghalangi para pejalan kaki. Ini adalah respons nyata kita terhadap keluhan warga,” ujar Wali Kota.

Ia berharap seluruh operator pemilik jaringan kabel dapat berkoordinasi dan berpartisipasi aktif dalam proses penataan ini. "Jika kabel sudah rapi dan tertanam di bawah tanah, selain lebih aman bagi pengguna jalan, tampilan kota pun akan terlihat lebih tertib dan modern," ujar Sachrudin.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzeini menjelaskan penataan utilitas kabel merupakan bagian dari program jangka panjang Pemerintah Kota Tangerang dalam menciptakan tata kota yang lebih rapi dan aman.

"Penataan kabel udara ini dimulai dari Jalan Lio Baru sebagai proyek awal. Tahap pertama kami kerjakan sepanjang 850 meter dari total 2 km jalan. Nantinya akan dilanjutkan ke ruas-ruas lain seperti Jalan Sitanala dan titik-titik yang memiliki beban kabel udara tinggi," ujar Taufik.

Ia juga menambahkan, kabel yang ditanam menggunakan sistem subducting utilitas bersama, memungkinkan berbagai penyedia layanan untuk berbagi jalur infrastruktur demi efisiensi dan keamanan.

"Ada 13 provider yang ikut dalam relokasi ini. Tujuannya agar infrastruktur bawah tanah kita lebih tertata dan tidak semrawut," jelasnya. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.