Kilang Plaju Gaspol Perkuat Energi, Inovasi dan B50 Jadi Andalan

Senin, 17 Agu 2026, 21:55 WIB

PALEMBANG – Memperkuat ketahanan energi bukan cuma soal memastikan pasokan listrik dan bahan bakar tetap tersedia. 

Lebih dari itu, pemerintah perlu memperkuat sumber energi domestik, mengurangi ketergantungan pada impor, serta mendorong pengembangan energi terbarukan agar pasokan energi lebih aman dan berkelanjutan.

Ket. Foto: Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional melalui inovasi dan pengembangan produk energi, termasuk implementasi Biosolar B50. — Sumber: ANTARA/HO/Pertamina.

Di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat, diversifikasi sumber energi menjadi semakin penting. Pengembangan energi terbarukan, peningkatan efisiensi, serta penguatan infrastruktur energi dapat menjadi fondasi agar masyarakat dan dunia usaha tidak mudah terdampak gejolak harga maupun gangguan pasokan global.

Dengan strategi yang konsisten, ketahanan energi tidak hanya menjaga kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing industri dan mendukung pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju terus memperkuat kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional melalui inovasi dan pengembangan produk energi, termasuk implementasi Biosolar B50.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga RU Plaju Khabibullah Khanafie dalam keterangannya di Palembang, Senin (17/8), mengatakan perjalanan panjang Kilang Plaju menjadi fondasi bagi para pekerja untuk terus beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan energi dan industri.

Kilang Plaju yang berdiri sejak 1904 merupakan salah satu fasilitas pengolahan minyak tertua di Indonesia yang masih beroperasi. Kilang tersebut memiliki kapasitas desain pengolahan mencapai 120 ribu barel per hari dengan dukungan lima Crude Distillation Unit (CDU) dan sejumlah unit pengolahan lainnya.

Fasilitas tersebut menghasilkan berbagai produk, mulai dari bahan bakar minyak (BBM), produk non-BBM hingga produk intermedia untuk mendukung kebutuhan energi dan industri.

Dalam pengembangan energi berbasis sumber daya domestik, Kilang Plaju pada 22 Juli 2026 melaksanakan lifting perdana Biosolar B50 menuju Integrated Terminal Palembang sebagai bagian dari implementasi mandatori B50 nasional.

B50 merupakan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50 persen minyak solar.

Implementasi B50 diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil serta meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional.

Selain itu, penggunaan biodiesel juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca.

"Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik untuk menjaga pasokan energi bagi masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan kesiapan fasilitas, pengendalian mutu, keselamatan dan keandalan operasi menjadi aspek penting dalam memastikan implementasi B50 berjalan sesuai standar.

Selain B50, inovasi Kilang Plaju juga dikembangkan melalui produk refrigeran Breezon MC-32 yang berbasis propylene. Produk tersebut dikembangkan melalui riset pekerja Kilang Plaju sejak 2018.

Breezon MC-32 diklaim mampu menekan konsumsi listrik sebesar 20-30 persen serta membutuhkan massa pengisian lebih rendah dibandingkan refrigeran sintetis. Produk tersebut telah digunakan PT Pertamina EP Cepu untuk mendukung operasional fasilitas di Lapangan Gas Cepu, Jawa Tengah.

Inovasi lainnya hadir melalui produk petrokimia Polytam. Sepanjang 2025, unit Polypropylene Kilang Plaju memproduksi 50.050 ton Polytam atau mencapai 114 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025.

Produk biji plastik tersebut menjadi bahan baku bagi berbagai industri, di antaranya kemasan, otomotif dan rumah tangga, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan bahan baku industri dalam negeri.

Upaya penguatan ketahanan energi tersebut juga berjalan seiring dengan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kilang Plaju berhasil meraih penghargaan PROPER Emas selama empat tahun berturut-turut pada periode 2022 hingga 2025. Hingga Agustus 2026, Kilang Plaju juga telah mencatatkan 26 penghargaan tingkat nasional.

Berbagai capaian tersebut mencakup aspek operasional, keselamatan, inovasi, lingkungan dan kontribusi kepada masyarakat.

Khabibullah mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pekerja Kilang Plaju untuk menjaga standar operasional dan memberikan kontribusi bagi masyarakat.

"Setiap pencapaian adalah hasil dari kerja bersama. Kami tentu bersyukur dan menjadikannya sebagai motivasi untuk terus belajar dan memperbaiki diri," ujarnya.

Dengan perjalanan lebih dari satu abad, Kilang Plaju berkomitmen menjaga operasional yang aman, andal dan berkelanjutan sekaligus terus mengembangkan inovasi untuk mendukung kemandirian serta ketahanan energi nasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.