• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Satu Tahun Butter Baby: Da...

Satu Tahun Butter Baby: Dari Blok M hingga Menembus Panggung Global

Senin, 17 Agu 2026, 21:32 WIB

JAKARTA — Dalam waktu satu tahun sejak pertama kali hadir di Blok M, Butter Baby berkembang dari sebuah gerai dessert menjadi character-led universe yang menggabungkan kuliner, karakter, cerita, desain, merchandise, dan pengalaman pelanggan.

Perjalanan tersebut dimulai pada Agustus 2025 dengan konsep cerita tentang Butter Baby, karakter dari planet Butterlandia yang melakukan pendaratan darurat di Bumi. Dalam narasi yang dibangun, Butter Baby datang ke Jakarta dengan misi mengumpulkan 500 triliun ton mentega untuk menyelamatkan planet asalnya yang berada di ambang kehancuran.

Ket. Foto: Sajian menu dessert dari Butter Baby. Merayakan satu tahun perjalanannya, jenama yang lahir di Blok M ini berhasil menembus panggung global dengan lima gerai, koleksi merchandise, instalasi landmark 8 meter, dan ekspansi ke berbagai kota internasional. — Sumber: Butter Baby

Namun, Jakarta kemudian menjadi lebih dari sekadar tempat persinggahan. Dalam satu tahun, kota ini menjadi titik awal berkembangnya Butterlandia hingga merambah berbagai kota dan pasar internasional.

Dari Blok M hingga Lima Gerai

Setahun setelah gerai pertamanya dibuka, Butter Baby kini telah memiliki lima gerai di Indonesia. Ekspansinya tidak hanya dilakukan melalui gerai fisik, tetapi juga melalui berbagai instalasi dan pengalaman interaktif yang memperluas dunia Butterlandia.

Salah satu kehadiran terbesarnya berada di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, melalui instalasi landmark Butter Baby setinggi delapan meter dengan bobot mencapai 7,5 ton. Kehadiran instalasi ini memperlihatkan bagaimana karakter Butter Baby mulai ditempatkan sebagai bagian dari pengalaman ruang, bukan sekadar maskot visual pada produk makanan.

Perkembangan Butter Baby juga mulai menjangkau audiens mancanegara. Aktivasi dilakukan di Bangkok dan Los Angeles sebagai langkah awal membawa semesta yang dibangun di Jakarta ke pasar internasional.

Di Bangkok, pop-up Butter Baby menarik perhatian sejumlah figur publik seperti Jackson Wang, Bright Vachirawit, dan Gulf Kanawut. Sementara di Los Angeles, kehadiran Butter Baby mendapat perhatian dari figur global seperti North West, Kathy Hilton, dan Mark Tuan. Ekspansi tersebut mengantarkan Butter Baby meraih nominasi Webby Award serta dua penghargaan di bidang inovasi brand dalam periode kurang dari satu tahun.

Butterlandia Berkembang Melalui Merchandise

Pertumbuhan Butter Baby tidak berhenti pada produk makanan. Dunia Butterlandia diperluas melalui berbagai merchandise, mulai dari bag charm, keychain, hingga karakter kolektibel. Produk-produk ini menjadi strategi Butter Baby untuk membawa karakternya masuk ke kehidupan sehari-hari konsumen.

Sejumlah koleksi bahkan terlihat digunakan oleh beberapa figur publik ternama, termasuk Jaehyun NCT, Bright, Usher, Jason Derulo, Vernon SEVENTEEN, dan Jay Park. Dengan pendekatan tersebut, karakter Butter Baby tidak hanya berfungsi sebagai maskot produk, tetapi berkembang menjadi intellectual property (IP) yang dapat diterjemahkan ke berbagai bentuk produk dan pengalaman.

Head of Marketing & Business Development Butter Baby, Karen Tjahja, mengatakan perjalanan satu tahun pertama tidak hanya diukur dari jumlah gerai maupun penghargaan yang diperoleh.

“Butter Baby terdampar di Jakarta, tetapi kemudian memilih untuk tinggal. Satu tahun ini bukan hanya tentang berapa banyak gerai yang kami buka atau penghargaan yang kami raih,” ujar Karen melalui keterangannya pada hari Jumat (14/8).

Menurut dia, perkembangan paling penting justru terlihat dari bagaimana karakter dan dunia yang dibangun di Indonesia mulai menjadi bagian dari keseharian masyarakat.

“Yang paling berarti adalah melihat sebuah karakter dan dunia yang kami bangun di Indonesia mulai menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, melalui produk yang mereka nikmati, karakter yang mereka bawa pulang, sampai pengalaman yang mereka bagikan bersama Butter Baby,” katanya.

Karen menambahkan bahwa perjalanan ini baru memasuki tahap awal. “Ini baru tahun pertama, dan masih banyak bagian dari Butterlandia yang ingin kami bawa lebih jauh,” ujarnya.

Indonesia Sebagai Rumah Pertama

Meski membawa cerita fiksi tentang karakter dari luar Bumi, Indonesia justru menjadi tempat pertama Butter Baby membangun dunianya. Perjalanan tersebut berlangsung dari Blok M hingga Bandara Soekarno-Hatta, melalui interaksi dengan pelanggan, komunitas, kreator, dan berbagai elemen kultur lokal yang turut memengaruhi perkembangan brand.

Indonesia tidak hanya diposisikan sebagai pasar pertama, tetapi juga bagian dari identitas Butter Baby ketika brand ini mulai memperluas kehadirannya ke berbagai negara.

“Indonesia tidak hanya menjadi titik awal perjalanan Butter Baby, tetapi juga identitas yang akan terus dibawanya ketika Butterlandia hadir di lebih banyak tempat,” tulis pernyataan resmi Butter Baby.

Rayakan Ulang Tahun Pertama di Blok M

Setelah melakukan perjalanan dari gerai pertama hingga berbagai lokasi internasional, Butter Baby kembali ke tempat kelahirannya untuk merayakan ulang tahun pertama.

Pada 9 Agustus 2026, bertepatan dengan hari jadinya, Butter Baby menggelar Butter Baby Block Party di Blok M, Jakarta. Perayaan tersebut menjadi ajang berkumpulnya komunitas sekaligus menghadirkan berbagai elemen yang selama ini menjadi bagian dari dunia Butter Baby, mulai dari kuliner, musik, permainan, hingga merchandise.

Pengunjung dapat menikmati free-flow Butter Baby Donut serta berbagai pilihan makanan dan minuman dari sejumlah brand mitra, antara lain Everyday Weekend, Tori-Ma Kashi, Tacos El Taco, Jul's Pizza, Hainambah, Tokyo 2100, Madhouse, Gemini Hard Iced Tea, dan Beaches Brewing Co.

Acara tersebut juga menghadirkan berbagai permainan bertema Butterlandia serta penampilan DJ Merdi dari Diskoria. Sejumlah figur publik seperti Carissa Putri, Gabriel Prince, Raline Shah, dan Yoriko Angeline turut hadir meramaikan perayaan tersebut.

Memasuki Tahun Kedua

Memasuki tahun kedua, Butter Baby berencana melanjutkan pengembangan Butterlandia melalui berbagai aspek, mulai dari karakter, produk, merchandise, pengalaman pelanggan, hingga ekspansi ke pasar baru. Perjalanan internasional juga akan dilanjutkan, dengan Bangkok sebagai salah satu destinasi yang kembali menjadi target langkah berikutnya.

Dalam satu tahun, perjalanan Butter Baby menunjukkan bagaimana sebuah konsep kuliner dapat dikembangkan menjadi dunia berbasis karakter yang memiliki cerita, identitas visual, produk, komunitas, dan pengalaman tersendiri.

Dari sebuah gerai di Blok M, Butter Baby kini telah memiliki lima gerai di Indonesia, landmark raksasa di bandara, koleksi merchandise, serta pengalaman internasional di sejumlah kota dunia.

  • kuliner
  • Brand Lokal
  • Merchandise
  • Bangkok
  • Blok M
  • bisnis kuliner
  • Butter Baby
  • Food and Beverage
  • Los Angeles
  • Butterlandia
  • Dessert
  • Character Brand
  • IP Kreatif
  • Ekspansi Internasional

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.