• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • XLSmart Mulai Manfaatkan S...

XLSmart Mulai Manfaatkan Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz untuk Perluas Jangkauan 5G

Senin, 17 Agu 2026, 22:05 WIB

JAKARTA – PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) mulai memanfaatkan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz secara bertahap untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan kualitas layanan 5G di Indonesia.

Pemanfaatan spektrum baru tersebut menjadi bagian dari upaya XLSmart mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat konektivitas digital nasional. Langkah ini juga diharapkan membuka akses masyarakat terhadap berbagai manfaat ekonomi dan sosial dari perkembangan teknologi digital.

Ket. Foto: Teknisi XLSmart melakukan pemeriksaan perangkat BTS 5G yang berada di Tanjung Benoa, Kuta Bali. Sabtu (15/8) sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keandalan layanan telekomunikasi. — Sumber: XLSmart

Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Bagi XLSmart, perluasan konektivitas tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kecepatan internet, tetapi juga bagaimana jaringan telekomunikasi dapat mendukung masyarakat untuk memperoleh informasi, belajar, menjalankan usaha, mengakses layanan publik, dan meningkatkan produktivitas.

Direktur & Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys mengatakan keberhasilan pengembangan 5G seharusnya tidak hanya dilihat dari jumlah wilayah yang telah mendapatkan jaringan. Momentum HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi pengingat bahwa kemajuan konektivitas digital harus pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan 5G bukan hanya diukur dari berapa banyak kota atau BTS yang terhubung, tetapi dari seberapa besar konektivitas yang lebih baik dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, menjalankan usaha, mengakses layanan publik, dan meningkatkan produktivitas,” ujar Merza melalui siaran pers pada hari Sabtu (15/8).

Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki fungsi berbeda

Pemanfaatan dua pita frekuensi tersebut dinilai dapat memberikan karakteristik jaringan yang saling melengkapi. Spektrum 700 MHz memiliki karakteristik propagasi yang memungkinkan sinyal menjangkau wilayah lebih luas dan memiliki penetrasi yang lebih baik. Karakteristik ini penting untuk mendukung perluasan cakupan jaringan, termasuk ke wilayah dengan kepadatan penduduk yang lebih rendah.

Sementara itu, spektrum 2,6 GHz dapat memberikan kapasitas jaringan yang lebih besar untuk menangani kebutuhan data. Pita tersebut terutama relevan di wilayah dengan aktivitas digital dan trafik data yang tinggi.

Kombinasi kedua spektrum tersebut memungkinkan operator mengembangkan jaringan 5G dengan cakupan yang lebih luas sekaligus kapasitas yang lebih besar. Merza mengapresiasi kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam menghadirkan spektrum tersebut untuk mendukung perkembangan industri telekomunikasi.

“Kami mengapresiasi langkah Komdigi menghadirkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz sebagai fondasi penting bagi industri untuk bersama-sama memperluas manfaat konektivitas berkualitas kepada semakin banyak masyarakat Indonesia. XLSmart siap mengambil bagian dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan ekosistem digital nasional,” katanya.

Jaringan 5G XLSmart telah menjangkau 52 kota

Pemanfaatan spektrum baru tersebut melanjutkan pengembangan jaringan 5G XLSmart yang hingga semester I 2026 telah tersedia di 52 kota. Jaringan ini didukung sekitar 15.000 BTS 5G, dengan cakupan populasi nasional mencapai sekitar 23 persen.

Dengan tambahan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz, XLSmart menargetkan peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan sekaligus memperluas layanan 5G secara bertahap ke lebih banyak wilayah.

Perluasan tersebut menjadi penting seiring meningkatnya penggunaan layanan digital masyarakat. Kebutuhan terhadap konektivitas tidak lagi terbatas pada komunikasi, tetapi telah berkembang ke pendidikan, perdagangan, layanan publik, hiburan, hingga aktivitas ekonomi.

Bagi masyarakat, ketersediaan 5G dengan jangkauan dan kualitas yang lebih baik dapat membuka akses terhadap pembelajaran digital. Konektivitas juga dapat mendukung pemanfaatan layanan kesehatan dan pemerintahan berbasis digital.

Pelaku usaha, termasuk UMKM, juga berpotensi memanfaatkan jaringan yang lebih baik untuk menjalankan aktivitas bisnis, menggunakan berbagai platform digital, serta menjangkau konsumen di wilayah yang lebih luas.

Membuka peluang untuk AI dan Internet of Things

Dari sisi industri, peningkatan kapasitas jaringan 5G juga membuka peluang bagi penerapan berbagai teknologi yang membutuhkan konektivitas berkapasitas tinggi dan latensi rendah. Teknologi seperti cloud computing, Internet of Things (IoT), kecerdasan artifisial (AI), dan otomasi dapat menjadi bagian dari ekosistem yang berkembang seiring dengan semakin kuatnya infrastruktur 5G.

Pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi operasional, mengolah data secara lebih cepat, serta mengembangkan layanan digital baru. Namun, perluasan jaringan dan ketersediaan spektrum belum cukup untuk memastikan manfaat 5G dapat dirasakan secara luas. Pengembangan ekosistem juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk produsen perangkat, pengembang teknologi, pelaku industri, pemerintah, dan masyarakat sebagai pengguna.

Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan perangkat 5G yang semakin beragam dan terjangkau. Semakin banyak masyarakat memiliki perangkat yang kompatibel dengan jaringan 5G, semakin besar pula potensi pemanfaatan jaringan tersebut.

Selain itu, diperlukan pengembangan use case yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan sektor industri. Dengan demikian, 5G tidak berhenti sebagai teknologi yang menawarkan kecepatan internet lebih tinggi, tetapi dapat menghasilkan manfaat nyata.

Pengembangan 5G memasuki tahap pemanfaatan

Menurut Merza, pengembangan 5G selanjutnya perlu bergeser dari sekadar memperluas ketersediaan jaringan menuju peningkatan pemanfaatan teknologi. “Fase berikutnya bukan lagi hanya tentang seberapa luas 5G tersedia, tetapi seberapa besar teknologi ini dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Merza.

Ia mengatakan kolaborasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, produsen perangkat, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan untuk membangun ekosistem 5G yang semakin matang.

“Kami berharap dukungan dan kolaborasi dengan Komdigi serta seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk membangun ekosistem 5G yang semakin matang, termasuk mendorong ketersediaan perangkat 5G yang lebih beragam dan terjangkau serta menghadirkan use case yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri,” katanya.

Pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz dengan demikian menjadi salah satu tahapan dalam perjalanan pengembangan jaringan 5G di Indonesia. Spektrum 700 MHz dapat membantu memperluas jangkauan, sementara 2,6 GHz memberikan tambahan kapasitas di wilayah dengan kebutuhan data tinggi.

Bagi XLSmart, penguatan konektivitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengalaman masyarakat dalam menggunakan internet, tetapi juga memperluas kesempatan untuk belajar, berusaha, mengakses layanan digital, dan meningkatkan produktivitas.

Pada akhirnya, pengembangan 5G membutuhkan lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur. Ketersediaan jaringan perlu berjalan beriringan dengan perangkat yang terjangkau, layanan yang relevan, serta kesiapan masyarakat dan industri dalam memanfaatkan teknologi.

Melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, XLSmart berharap konektivitas 5G dapat menjadi salah satu fondasi bagi peningkatan produktivitas, perluasan kesempatan ekonomi, dan penguatan daya saing digital Indonesia.

  • XLSmart
  • telekomunikasi
  • 5G
  • Jaringan 5G
  • spektrum 700 MHz
  • konektivitas digital
  • Spektrum 2,6 GHz

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.