Biasa Tanam Ganja, Warga Aceh Besar Diajak Budidaya Cabai

Kamis, 24 Jul 2025, 09:29 WIB

BANDA ACEH - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh meluncurkan program pengalihan dari tanaman narkotika ganja ke komoditi pertanian cabai di wilayah Kabupaten Aceh Besar.

"Program ini untuk menanggulangi kebiasaan masyarakat dari menanam ganja menjadi tanaman produktif pertanian sebenarnya," kata Kepala BNNP Aceh Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah di Aceh Besar, Rabu.

Ket. Foto: BNNP Aceh bersama Bank Indonesia Aceh, serta unsur Forkopimda Aceh Besar saat menanam perdana cabai dari program Berdikari Tani, di Aceh Besar, Rabu (23/7/2025) — Sumber: ANTARA

Program yang diberi nama dengan Berdikari Tani (Bersih dari narkoba, mandiri dalam ketahanan pangan dan inflasi) tersebut berlokasi di Gampong Leungah, Kecamatan Seulimuem, Kabupaten Aceh Besar.

Adapun komoditas pertanian yang ditanam adalah cabai, dengan total lahan dipersiapkan seluas 10 hektare. Untuk langkah awal ini baru ditanami cabai seluas tiga hektare, nantinya terus berlanjut.

Dirinya mengatakan, dengan adanya program Berdikari Tani tersebut, diharapkan masyarakat dapat berberbondong-bondong untuk beralih menjadi pertanian sebenarnya, dan bakal didukung sepenuhnya baik berupa pelatihan maupun peralatan. 

Marzuki menegaskan, sebagai langkah awal, hanya dilaksanakan pada satu kecamatan dulu yang berpotensi banyak tanaman ganja, dan program ini juga bakal terus berlanjut.

"Jadi kita cari yang potensi-potensi berdasarkan hasil survei lahan, survei udara, di daerah mana banyak tanaman ganja itu dulu yang kita fokuskan," ujarnya.

Dirinya berharap, kepada masyarakat di Aceh Besar khususnya di Kecamatan Seulimeum untuk berhenti menanam ganja yang akan merusak generasi bangsa. 

"Mari kita cegah sama-sama, karena pintu masuk kejahatan itu ada di narkoba, dan mari beralih ke pertanian yang lebih makmur," kaya Brigjen Pol Marzuki.

Sementara itu, Plh Kepala Perwakilan BI Aceh, Hertha Bastiawan mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara BI dengan BNNP Aceh dalam rangka mendorong pengembangan alternatif dengan area yang selaras dengan tugas dan fungsi masing-masing lembaga.

Program inovasi Berdikari Tani ini, kata Hertha, dirancang sebagai upaya nyata untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

"Kolaborasi ini kami harapkan mendapat dukungan dari seluruh pihak, terutama pemerintah daerah setempat agar program ini berjalan dan berlangsung dengan baik," katanya.

Dirinya menuturkan, Gampong Leungah dipilih sebagai lokasi pelaksanaan program Berdikari Tani karena memiliki potensi pertanian yang cukup besar dan punya semangat tinggi untuk meningkatkan keterampilan bertani.

Selain itu masyarakat setempat juga terbuka terhadap penerapan teknologi pertanian modern, sehingga sangat tepat untuk dijadikan percontohan pengembangan klaster pangan.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas petani, program ini juga dilaksanakan melalui sosialisasi dan pelatihan instalasi irigasi tetes kepada 30 orang anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Leungah.

"Pelatihan ini akan memberikan pemahaman teknis mengenai desain, pemasangan, dan perawatan irigasi tetes, disertai praktik langsung di lahan," ujarnya.

Selain itu, BI Aceh juga memberikan sarana dan prasarana pertanian berupa tiga unit traktor tangan yang dapat dimanfaatkan bersama oleh anggota Gapoktan guna pengolahan lahan. 

Dengan kombinasi pelatihan, pendampingan, dan dukungan sarpras ini, program diharapkan dapat menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan, menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.

Bank Indonesia berharap program Berdikari Tani tidak hanya sebagai solusi menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan. 

"Ke depan, semoga program ini dapat direplikasi di wilayah lain dan menjadi contoh nyata bagaimana sinergi lintas sektor mampu menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat Aceh," demikian Hertha Bastiawan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Potensi Awan Hujan Riau 30 Agustus-1 September, Menhut Raja Antoni Minta OMC Dimaksimalkan.

Bocoran GTA 6 Makin Gila dari Cyberleek, Tapi 6 Fitur Penting Ini Malah Masih Misterius

Event Akhir Pekan Jakarta 29-30 Agustus 2026: Dari Pameran FLONA Hingga Pertunjukan Balet

Hasil Undian Liga Champions 2026/27: Deretan Tim Pemenang dan Pecundang di Fase 36 Besar

Bukan Situasi Darurat! Ini Misi 3 F-16 Fighting Falcon TNI AU di Atas Langit Jakarta

Diresmikan Gubernur Pramono, RS Tria Dipa Siapkan 100 Tempat Tidur dan Layanan BPJS

2.000 Rumah di Jakarta Utara Bakal Dibedah, Warga Tak Layak Huni Dapat Bantuan Rp20 Juta

Pesawat Tempur Lalu-lalang di Langit Jakarta Bikin Warga Bertanya, TNI AU Ungkap Faktanya

Samsung Resmi Luncurkan Galaxy S26 FE, Bawa Kamera Canggih dan Fitur AI Terbaru

Jaga Pasokan dan Harga Telur, Gubernur Papua Tetapkan Pengawasan Peredaran Antar Pulau.

Operasi Bypass Minim Invasif, Percepat Pemulihan Pasien Jantung

Gunung Semeru Dilanda Karhutla, Polres Lumajang Perkuat Tim Pemadaman.

KKP Ringkus Komplotan Pengebom Ikan di Sulsel

KPK Panggil Kepala Imigrasi Denpasar, Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Pemerasan WNA.

Kemdiktisaintek Siapkan Aksara Mahasiswa untuk Bantu Pemulihan Masyarakat NTT Pascabencana.

Bulog Sorong Datangkan 3.000 Ton Beras dari Jatim dan Jakarta, Stok Pangan Diperkuat hingga Akhir 2026.

Rp56 Miliar Digelontorkan untuk Sekolah Papua Harapan di Nabire, Perkuat SDM Anak Papua.

Jaga Harga Beras Tetap Stabil, Bulog Sorong Salurkan 5 Ton SPHP Setiap Hari.

Karhutla Dekati Permukiman dan Sekolah di Barru, Tim Gabungan BNPB Terus Berjibaku.

KPK Geledah Dua Kantor Pemkab Bogor, Bappenda dan BKPSDM Disasar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.