Trump Tarik AS dari UNESCO, Sebut Badan PBB Sangat Bermasalah dan Memecah Belah

Rabu, 23 Jul 2025, 14:30 WIB

JAKARTA — Mantan Presiden AS, Donald Trump, kembali memutuskan untuk menarik Amerika Serikat keluar dari badan kebudayaan dan pendidikan PBB, UNESCO, dalam kebijakan luar negeri terbarunya yang mengedepankan prinsip "America First". Langkah ini diumumkan Gedung Putih pada Selasa (22/7), dan merupakan pengulangan dari kebijakan serupa yang pernah ia ambil pada masa jabatan pertamanya sebelum dibatalkan oleh Presiden Joe Biden.

Gedung Putih menyatakan bahwa penarikan resmi akan berlaku pada akhir tahun 2026. UNESCO, yang berbasis di Paris dan berdiri pasca-Perang Dunia II untuk mempromosikan perdamaian melalui kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, sains, dan budaya, dinilai tidak lagi sejalan dengan arah kebijakan luar negeri Trump.

Ket. Foto: — Sumber: Reuters

Juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, mengatakan bahwa UNESCO telah "mendukung gerakan budaya dan sosial yang membangun dan memecah belah, yang sama sekali tidak sejalan dengan kebijakan akal sehat yang dipilih oleh rakyat Amerika."

Selain itu, Departemen Luar Negeri AS menuduh UNESCO menjalankan agenda ideologis globalis yang bertentangan dengan prioritas kebijakan luar negeri pemerintahan Trump. Salah satu keberatan utama adalah keputusan UNESCO menerima Palestina sebagai anggota negara, yang disebut Washington sebagai tindakan yang “sangat bermasalah” dan berkontribusi pada retorika anti-Israel.

Kepala UNESCO, Audrey Azoulay, menyatakan penyesalan atas keputusan tersebut, namun menyebutnya sebagai langkah yang sudah diperkirakan dan telah disiapkan secara kelembagaan. Ia menegaskan bahwa penarikan ini tidak akan berdampak besar terhadap operasional organisasi karena pendanaan dari AS kini hanya mencakup sekitar delapan persen dari total anggaran UNESCO. Menurutnya, diversifikasi sumber dana telah mengurangi ketergantungan terhadap kontribusi Washington.

Dukungan terhadap UNESCO tetap kuat dari sejumlah negara. Presiden Prancis Emmanuel Macron melalui unggahannya di platform X menyampaikan dukungan teguh terhadap lembaga yang disebutnya sebagai pelindung universal warisan dunia. Ia menambahkan bahwa langkah Amerika Serikat tidak akan mengubah komitmen negaranya terhadap organisasi tersebut.

Penarikan dari UNESCO menambah daftar panjang lembaga dan perjanjian internasional yang ditinggalkan Trump selama masa kepemimpinannya. Sebelumnya, ia menarik AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Perjanjian Paris tentang perubahan iklim, dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Meski beberapa kebijakan sempat dipulihkan oleh Biden, Trump kembali menunjukkan sikap skeptis terhadap organisasi multilateral.

Mike Waltz, yang ditunjuk Trump sebagai calon utusan AS untuk PBB, baru-baru ini menyatakan bahwa reformasi di tubuh PBB sangat diperlukan.

“Kita dapat menjadikan PBB hebat kembali,” ujarnya, mencerminkan semangat nasionalisme internasional yang ingin dikedepankan oleh pemerintahan Trump.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.