Pramono: DKI Gandeng Asosiasi Wujudkan Kenyamanan di Pasar

Rabu, 23 Jul 2025, 01:05 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) untuk menjaga pertumbuhan ekonomi melalui kenyamanan aktivitas di pasar.

“Saya sampaikan kepada APKLI, sebagai jantungnya, sebagai motornya dari ekonomi rakyat, mereka menjaga bersama-sama kebersihan, kenyamanan, ketentraman pertumbuhan ekonomi yang ada di pasar,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Jakarta, Selasa (22/7).

Ket. Foto: Gubernur Jakarta Pramono Anung. — Sumber: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta

Dia mengatakan akan memberikan dukungan penuh agar pertumbuhan ekonomi di pasar terus terjaga. Hal itu karena hampir semua aktivitas interaksi sosial, budaya dan ekonomi sebenarnya terjadi di pasar.

Pemprov DKI Jakarta juga mendukung Gerakan Pasar Rakyat seperti keinginan Presiden Prabowo Subianto untuk menghidupkan ekonomi termasuk di pasar rakyat. “Harapannya Gerakan Pasar Rakyat ini betul-betul bisa menginspirasi di tempat-tempat lain,” ujar Gubernur Pramono.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono juga menyampaikan Gerakan Pasar Rakyat ini untuk menghidupkan kembali pasar sehingga kehidupan para pedagang kaki lima menjadi lebih baik.

“Sehingga pasar inilah merupakan pusat interaksi dari berbagai hal dan untuk itu saya menaruh harapan yang tinggi kepada para pedagang kaki lima, kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Jakarta ini,” kata dia.

Digitalisasi

Pada Selasa, Pemprov DKI Jakarta pun meluncurkan Lomba Digitalisasi Pasar yang melibatkan 20 pasar percontohan yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya serta didukung oleh lima perbankan kredibel dalam aspek digitalisasi sistem keuangan.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, mengatakan lomba digitalisasi pasar bertujuan mendorong literasi keuangan di kalangan pedagang pasar, mempercepat masuknya pedagang pasar ke ekosistem perbankan dan digital.

Kemudian, menjadikan transaksi lebih aman dan nyaman, mempermudah pedagang untuk mengakses pembiayaan dari bank mitra dan meningkatkan kebersihan dan kenyamanan pasar.

Dia berharap lomba ini tidak hanya dapat meningkatkan literasi digital di kalangan pedagang pasar, tetapi juga untuk membangun pasar yang lebih tertib, modern dan efisien dalam pengelolaan maupun pelayanannya.

Dengan begitu, sambung dia, dapat tercipta sinergi antara tradisi dan teknologi, antara kearifan lokal dan kemajuan zaman serta dapat menjadikan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat yang tangguh dan berkelanjutan.

Sedangkan Gubernur Pramono mengatakan digitalisasi dalam transaksi keuangan bisa mengurangi copet dan aksi premanisme di masyarakat termasuk di pasar-pasar.

“Kalau digitalisasi (transaksi keuangan) ini jalan, maka copet akan berkurang. Preman perlahan-lahan akan hilang. Sudah pasti,” kata dia.

Selain itu, digitalisasi dalam transaksi keuangan juga meningkatkan transparansi dan memudahkan masyarakat.

Terkait lomba digitalisasi di pasar, Gubernur Pramono yakin bahwa hal ini akan memberikan manfaat yang banyak, terutama bagi para pedagang, bagi para pembeli, dan tentunya bagi pemerintah Jakarta.

Gubernur Pramono pun mengatakan bahwa dengan adanya lomba digitalisasi pasar juga dapat membuat perbankan ikut berkompetisi melakukan literasi digital di pasar-pasar yang ada di Jakarta.

“Saya mengharapkan lomba digitalisasi pasar ini benar-benar akan membuat gairah pasar-pasar di Jakarta hidup,” ujar Gubernur Pramono.

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.