Aliansi Zero Waste Indonesia Minta Pemerintah Pertimbangkan Kesehatan Publik Terkait Plastik

Rabu, 23 Jul 2025, 02:30 WIB

Jakarta - Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) meminta Indonesia (RI) untuk mempertimbangkan dampak kesehatan publik, terutama kelompok rentan seperti perempuan dan anak, dan pekerja di kawasan industri, terkait keputusan dalam perjanjian plastik.

"Keputusan dalam perjanjian plastik harus mempertimbangkan dampak kesehatan publik secara menyeluruh, terutama terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, dan pekerja di sekitar kawasan industri," kata Co-coordinator Sekretariat Nasional AZWI Rahyang Nusantara di Jakarta, Selasa (22/7) malam.

Ket. Foto: Co-coordinator Sekretariat Nasional AZWI Rahyang Nusantara menyampaikan paparan dalam media briefing bertajuk "Menyoroti Peran Indonesia di INC?5.2: Menuju Perjanjian Plastik yang Kuat dan Adil", di Jakarta, Selasa (22/7) malam. — Sumber: Antara

Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI) adalah sebuah jaringan organisasi di Indonesia yang mengkampanyekan penerapan konsep nol sampah (zero waste) atau nol sampah, serta mendorong kebijakan dan praktik pengelolaan sampah berkelanjutan.

Ia menjelaskan, delegasi Indonesia akan menghadiri perundingan antar negara dalam Komite Negosiasi Antar-Pemerintah (INC) 5.2 di Jenewa, Swiss, awal Agustus 2025.

Perundingan tersebut merupakan bagian kedua dari sesi kelima Komite Negosiasi Antar-Pemerintah (INC) untuk membahas perjanjian global mengenai polusi plastik.

Pihaknya juga meminta Indonesia agar memprioritaskan pengganti plastik dalam alat kesehatan yang lebih aman dan tidak beracun.

AZWI menekankan bahwa pengurangan produksi plastik primer harus menjadi elemen utama dalam strategi jangka panjang perjanjian plastik.

"Kami merekomendasi pengurangan dan penghentian secara bertahap investasi baru untuk produksi prekursor plastik seperti olefin, aromatik, dan amonia. Mendorong pencabutan insentif fiskal seperti 'tax holiday' untuk industri petrokimia,  serta meminta pemerintah menyiapkan rencana transisi berkeadilan bagi pekerja industri plastik dan dorong penciptaan pekerjaan di sektor reuse dan pengelolaan sampah," kata Rahyang.

AZWI juga mendesak pemerintah untuk menetapkan larangan bertahap terhadap produk-produk yang secara langsung melepaskan mikroplastik, seperti kosmetik pengelupasan kulit (exfoliant), mikroba dalam pembersih dan produk tekstil sintetis tertentu.

"Wajibkan desain produk yang mencegah pelepasan mikroplastik dalam proses penggunaan, pencucian, atau pembuangan, termasuk penggunaan filter dan teknologi penyaring," kata laki-laki yang juga menjabat Deputi Direktur Dietplastik Indonesia ini.

AZWI terdiri dari gabungan sembilan organisasi, yaitu YPBB, Dietplastik Indonesia, Nexus3 Foundation, PPLH Bali, Ecoton, Nol Sampah, Greenpeace, Gita Pertiwi, dan Walhi.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Petaka Cabai Jalapeno, Wabah Salmonella Merebak Luas di AS

Korea Selatan Jadi Pelopor, Legalkan Hak Cipta untuk Karya Musik AI

Alonso Sambut Haru Kembalinya Mudryk, Chelsea Takluk 0-1 dari Juventus di Hong Kong

Apresiasi Nasabah Setia, BRI RO 7 Jakarta 2 Serahkan Hadiah Umrah Program BRImo 2026

Review 'One Night Only': Romansa Komedi Seks Tanpa Adegan Seks, Menawan Tapi Gagal Satukan Cinta dan Distopia

Heboh Rumor The Batman Part II & Part III Syuting Back-to-Back, Ini Fakta di Balik Rumornya

Rybakina, Pegula, dan Gauff Melaju ke Babak Ketiga WTA Toronto

Kejar Rafale F5 Berkemampuan Rudal Hipersonik Nuklir dan Drone Tempur Masa Depan, Prancis akan Hadapi Kekurangan Jet Tempur hingga 2033

Pertandingan Pramusim: Arteta Puas Meski Arsenal Dipermalukan Betis

Russia Sebut Pasukan Polandia Ikut Bertempur di Garis Depan Ukraina, Dugaan Keterlibatan NATO Menguat

Ukraina Sebut Ada 16.000 Relawan Asing dari 72 Negara di Garis Depan Perang, Amerika Latin Terbesar

Pertandingan Pramusim: Nkunku Selamatkan AC Milan dari Kekalahan, Derby Milan di Perth Berakhir Imbang

Infantino Dapat Dukungan Penuh FIFA, Minta Maaf atas Kontroversi Rencana Privatisasi Piala Dunia

Tiongkok Uji Penetrasi Ketinggian Rendah Helikopter Serang Z-10 untuk Terobos Pertahanan Musuh, Skenario Invasi Taiwan?

Panglima Garda Revolusi Iran Bersumpah Akan Terus Mengembangkan Senjata Nuklir Selama AS dan Israel Masih Memilikinya

Bursa Pilgub Jatim, Pakar Politik Unair Ungkap Lia Istifhama Punya Kelebihan Gaet Gen Z

Dampak dan Mitigasi Penguatan El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.