- Home
-
- Luar Negeri
-
- Russia Isyaratkan Siap Ber...
Russia Isyaratkan Siap Berunding dengan Ukraina
Selasa, 22 Jul 2025, 01:00 WIBMoskow - Russia siap bergerak cepat untuk mencapai penyelesaian dengan Ukraina, tetapi tujuan utama Russia adalah mencapai tujuannya sendiri, demikian disampaikan oleh Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Minggu (20/7).
Presiden Russia Vladimir Putin "telah berulang kali menyatakan keinginannya untuk membawa penyelesaian terkait Ukraina ke konklusi damai sesegera mungkin," tutur Peskov kepada stasiun televisi pemerintah dalam sebuah wawancara. "Ini proses yang panjang, membutuhkan upaya, dan tidak mudah."
"Tujuan kami jelas, nyata, dan tidak berubah," imbuhnya.
Sejumlah pejabat Russia telah berulang kali mengatakan bahwa setiap kesepakatan damai bergantung pada penarikan pasukan Ukraina dari empat wilayah, penghentian upayanya terkait NATO, dan penghentian pengerahan pasukan NATO.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada Sabtu (19/7) mengatakan bahwa para pejabatnya mengusulkan untuk mengadakan putaran baru perundingan damai dengan Moskow pekan ini. "Apa pun harus dilakukan untuk mencapai gencatan senjata," katanya dalam sebuah pidato di Ukraina.
Dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Ruang Oval pada 14 Juli, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS akan mengirim senjata ke Ukraina melalui NATO, dan mengancam akan memberlakukan "tarif yang sangat tinggi" kepada Russia jika kesepakatan gencatan senjata tidak tercapai dalam 50 hari.
Russia menolak ultimatum yang dilontarkan oleh Trump dan menganggap ancaman itu tidak dapat diterima.
Pos Perbatasan
Pemerintah Russia akan mengalokasikan hampir 180 miliar rubel (1 rubel = 208 rupiah) selama tiga tahun ke depan untuk meningkatkan pos pemeriksaan perbatasan di seluruh negeri, demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Russia Mikhail Mishustin, Senin (21/7).
Berbicara dalam kunjungannya ke pos pemeriksaan perbatasan kendaraan bermotor Kanikurgan di Wilayah Amur, Mishustin menekankan bahwa investasi tersebut akan mendukung pembangunan, perbaikan, dan pembaruan teknis fasilitas perbatasan menggunakan solusi digital dan teknologi canggih.
"Upaya besar-besaran sedang dilakukan secara nasional untuk meningkatkan logistik lintas perbatasan. Sebagai bagian dari siklus anggaran federal tiga tahun saat ini, kami akan mengalokasikan hampir 180 miliar rubel untuk mengembangkan dan memodernisasi pos pemeriksaan perbatasan," kata Mishustin.
- stabilitas kawasan
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Ringkus Kapal Ikan Ilegal, KKP Amankan Kapal Filipina Berukuran 754 GT
-
Puluhan Pelajar Papua Tengah Sekolah Gratis
-
Bappenas Ungkap Rahasia! Tabel Kehidupan Jadi Penunjuk Arah Menuju Indonesia Emas 2045
-
ASN DKI Jakarta Wajib Kembali ke Kantor, Gubernur Pramono Cabut Aturan WFH
-
Konsumsi Diprediksi Melambat, Mesin Ekonomi Indonesia Mulai Melemah?
-
Cak Munir Ajak Dewan Pers Bersinergi Perkuat Peran Pers Indonesia
-
Polres Singkawang Edukasi Masyarakat Terkait Aktivitas Tambang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.