Ini Alasan Eks Marinir Satria Arta Minta Dipulangkan Ke Indonesia dari Rusia

Selasa, 22 Jul 2025, 14:40 WIB

Mantan Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) Satria Arta Kumbara kini menatap masa depan yang berbeda dari saat ia berdinas, ia meminta bantuan resmi agar dipulangkan dari Rusia. Setelah bergabung sebagai tentara bayaran di medan konflik Ukraina, kini Arta menyebutkan penyesalan dan menyampaikan permohonan maaf lewat video TikTok (21/7), berharap pemerintah Indonesia membantunya pulang.

Nama lengkapnya Serda Satria Arta Kumbara, dengan NRP 111026. Ia pernah bertugas di Inspektorat Korps Marinir (Itkormar), Jakarta Selatan, sebelum memutuskan bunuh diri pada karier militer resmi yang keluar karena desersi pada 13 Juni 2022, dan kemudian dipecat secara militer pada 6 April 2023 melalui persidangan in absentia yang berkekuatan tetap mulai 17 April 2023.

Arta mulai menghilang bersamaan dengan dimulainya invasi Rusia ke Ukraina. Ia kemudian muncul dalam seragam militer Rusia, aktif berada di garis depan pertempuran. Informasi keberadaannya bahkan belum tercatat di Kemenlu, yang menyebutnya masuk ke Rusia secara ilegal. Selain itu, Kementerian Hukum dan HAM menyatakan keikutsertaannya dalam militer asing membuat status kewarganegaraannya gugur sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2007, bersama keputusan politik helm. Setelah koordinasi dengan Kedubes RI di Moskwa, statusnya sebagai WNI dicabut secara otomatis.

Dalam video TikTok (@zstorm689), Arta menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming, dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia mengaku tidak mengetahui kontrak militernya dengan Moskow menyebabkan gugurnya status WNI. Ia juga menyebut faktor ekonomi sebagai motivasi awal bergabung, dan sangat berharap agar pemerintah dapat mengakhiri kontraknya dan memulihkan kewarganegaraannya.

Sementara itu, TNI AL menyatakan bahwa urusan Arta sudah diluar kewenangannya sejak pemecatan, urusan saat ini menjadi domain Kemenlu dan Kemenkum HAM. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, menyebut masalah ini bukan lagi tanggung jawab TNI, melainkan urusan diplomatik dan hukum negara.

Komisi I DPR lewat anggota Amelia Anggraini menegaskan, meski ada simpati kemanusiaan, hukum harus diutamakan. Arta telah melanggar perundangan negara dan berpotensi mencederai prinsip kedaulatan, sehingga tindakan negara harus berdasarkan aturan.

  • Rusia
  • Viral
  • Eks Marinir
  • Satria Arta Kumbara
  • Eks Marinir Minta Pulang

Redaktur: Andriani Nuraini

Penulis: Andriani Nuraini

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.