UEFA Nations League: Awal Positif Xavi Bersama Belanda, Intensitas Serangan Jadi Sorotan

Selasa, 29 Sep 2026, 00:02 WIB

AMSTERDAM — Xavi Hernández menikmati awal yang positif dalam kariernya sebagai pelatih Timnas Belanda. Namun, satu pekan pertama bersama De Oranje belum membuatnya sepenuhnya puas.

Pelatih asal Spanyol itu menginginkan Belanda tampil lebih agresif dan meningkatkan intensitas permainan menyerang ketika menghadapi dua pertandingan UEFA Nations League berikutnya.

Ket. Foto: Xavi Hernandez. — Sumber: AFP

Dalam dua laga pertamanya, Belanda lebih dulu bermain imbang 1-1 melawan Jerman di Amsterdam sebelum meraih kemenangan 2-1 atas Serbia di Beograd. Kemenangan atas Serbia menjadi kemenangan pertama Xavi sejak dipercaya menggantikan Ronald Koeman.

Xavi menilai timnya sudah menunjukkan sejumlah perkembangan positif. Namun, ia juga melihat masih ada aspek permainan yang harus segera diperbaiki.

“Yang paling penting selalu mendapatkan tiga poin. Saya senang kami berhasil melakukannya. Tetapi, kami memang harus bermain lebih baik karena, terutama pada babak pertama, kami tidak melakukan pressing dengan baik,” ujar Xavi. “Meski demikian, saya sangat puas setelah menjalani satu pekan bekerja bersama tim.”

Salah satu pemain yang mendapat pujian khusus dari Xavi adalah penyerang AZ Alkmaar, Mexx Meerdink.

Setelah menjalani debut sebagai pemain pengganti ketika menghadapi Jerman, Meerdink mendapat kesempatan tampil sejak menit pertama saat Belanda bertemu Serbia.

Kepercayaan tersebut langsung dibayar dengan penampilan gemilang. Meerdink mencetak dua gol yang memastikan Belanda menang 2-1 sekaligus memberikan Xavi kemenangan pertamanya sebagai pelatih De Oranje. UEFA juga mencatat Meerdink sebagai pencetak dua gol Belanda dalam pertandingan tersebut.

“Mexx adalah pemain yang bekerja sangat keras dan memahami bagaimana kami ingin bermain,” kata Xavi. “Dia membantu tim bukan hanya melalui gol-golnya, meskipun gol tersebut tentu saja sangat membantu. Pekerjaan yang dia lakukan untuk tim benar-benar luar biasa.”

Belanda masih memiliki dua pertandingan berikutnya yang akan menjadi kesempatan Xavi untuk mengembangkan filosofi permainannya.

Pelatih 46 tahun itu meminta para pemainnya lebih berani memanfaatkan ruang, memperlebar permainan, serta mempercepat sirkulasi bola.

“Sebagai contoh, ada banyak momen ketika kami seharusnya menyerang ruang, tetapi kami tidak melakukannya. Itu adalah sesuatu yang harus kami perbaiki,” ujar Xavi. “Selain itu, kami harus membuat lapangan menjadi lebih lebar dan menggerakkan bola dengan lebih cepat.”

Meski masih melihat sejumlah kekurangan, Xavi tetap menilai fondasi permainan Belanda mulai terbentuk.

Hal yang paling membuatnya optimistis adalah kemampuan tim menciptakan peluang dan kenyamanan pemain dalam menjalankan struktur permainan yang diterapkannya.

“Yang paling penting adalah kami menciptakan banyak peluang. Para pemain merasa nyaman di lapangan dengan struktur yang kami gunakan. Jadi, ada banyak hal yang juga berjalan dengan baik,” tutur Xavi.

Setelah menghadapi Jerman dan Serbia, Belanda dijadwalkan menghadapi Yunani di Thessaloniki pada Kamis, sebelum kembali bertemu Serbia di Eindhoven pada Minggu.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.