Presiden Prabowo Luncurkan 80.000 Koperasi Merah Putih, Momentum Kebangkitan Ekonomi dari Desa

Senin, 21 Jul 2025, 18:46 WIB

KLATEN – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) dipusatkan di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7).

Kegiatan dihadiri jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju, termasuk Menko Bidang Pangan Zulhas, Menteri Desa Yandri Susanto, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, dan Mendagri Tito Karnavian. Hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, yang sejak awal mendukung penuh pelaksanaan program koperasi berbasis desa dan kelurahan tersebut.

Ket. Foto: Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) dipusatkan di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (21/7). — Sumber: koran jakarta/dok

Sebanyak 8.523 kepala desa dan lurah dari seluruh wilayah Jawa Tengah, turut hadir langsung di lokasi peluncuran. Ribuan lainnya mengikuti secara daring dari daerah masing-masing.

Presiden Prabowo dalam sambutannya menegaskan, kehadiran Koperasi Merah Putih adalah bagian dari upaya serius pemerintah dalam mengangkat kekuatan ekonomi rakyat melalui asas gotong royong.

“Hari ini kita mulai sejarah besar. Dari ekonomi yang lemah menjadi kekuatan. Seperti lidi, satu mudah patah, tapi disatukan menjadi kuat. Begitu juga koperasi, ini adalah alat perjuangan ekonomi rakyat,” tegas Presiden.

Antusiasme para kepala desa dan lurah tampak nyata.Kepala Desa Kertasari, Brebes, Herman Budi Hartantomenyebutkoperasi ini menjadi instrumen strategis bagi desa untuk mandiri secara ekonomi.

“Dengan koperasi, desa bisa membiayai kegiatan sendiri, tanpa terus bergantung pada dana dari pemerintah pusat. Kami sudah punya koperasi dari Bumdes, tapi ini akan memperkuat,” jelas Herman.

Ia juga optimistis keberadaan KDMP akan memberikan manfaat langsung ke masyarakat, termasuk Sisa Hasil Usaha (SHU) yang bisa dinikmati warga di akhir tahun.

Senada, Kepala Desa Klambu, Grobogan, Yanti menekankankoperasi akan menjadi tulang punggung distribusi hasil pertanian di desanya.

“Koperasi ini nanti membeli gabah langsung dari petani, lalu diolah dan dijual kembali oleh koperasi. Juga menyediakan sembako dan elpiji dengan harga terjangkau. Dan yang penting, jadi akses modal murah bagi warga,” katanya.

Pihaknya juga menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya pinjaman online ilegal yang menjerat banyak warga, dan berharap koperasi bisa menjadi solusi kredit mikro yang sehat dan terjangkau.

Dari kawasan perkotaan,Lurah Tlogosari Wetan, Kota Semarang, Erkamto Warsonomenyatakan KKMP akan diarahkan menjadi sentra ekonomi lokal yang menyerap produk UMKM sekaligus memberi layanan simpan pinjam bagi warganya.

“Kita ingin KKMP ini menjadi penggerak ekonomi kelurahan, dari bahan pokok sampai produk UMKM akan kita sinergikan,” ujarnya.

Komitmen Daerah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, koperasi Merah Putih adalah manifestasi nyata dari komitmen Presiden untuk menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Ini bukan sekadar program, ini adalah ide besar dari Presiden untuk membangun Indonesia dari desa, dari kelurahan. Harus kita dukung penuh karena ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat,” tutur Luthfi.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan dan pengawasan agar koperasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik dan menjauhi praktik menyimpang.

Peluncuran ini menandai babak baru kebangkitan ekonomi berbasis komunitas lokal. Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, tempat distribusi barang pokok yang adil, serta alternatif pembiayaan yang menyejahterakan masyarakat hingga ke lapisan paling bawah.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.